Acara Diseminasi Program Pengayaan Kosakata Bahasa Indonesia di Hotel Santika, Selasa (8/5).

Tingkatkan Kecintaan Terhadap Bahasa Indonesia

BENGKULU, PB – Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Prof Dr Dadang Sunendar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menghimbau agar selalu meningkatkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia.

Ia juga mengajak warga masyarakat untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Hal ini dia sampaikan dalam acara Diseminasi Program Pengayaan Kosakata Bahasa Indonesia di Hotel Santika, Selasa (8/5).

“Seperti yang di sampaikan oleh Undang-Undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan yang ditujukan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mengamanatkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional,” jelas Prof Dr Dadang Sunendar.

Dijelaskan juga bahwa saat ini ada 46 negara dan 250 lembaga yang mengajarkan Bahasa Indonesia. Maka dari itu beliau menyarankan untuk mengirimkan guru pengajar Bahasa Indonesia ke luar negeri sebagai upaya untuk menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.

“Saya berharap agar kecintaan terhadap Bahasa Indonesia ini terus meningkat, karena saat ini sudah terlalu banyak pelanggaran terhadap UU Nomor 24/2009 misal di ruang publik. Masih banyak spanduk atau pengumuman yang menggunakan bahasa asing. Padahal di ruang publik harus menggunakan bahasa negara. Hal ini bukan berarti kita anti kepada bahasa asing, namun kita harus mengutamakan bahasa Indonesia,” paparnya.

Ditambahkan juga agar di Kemdikbud selalu mengutamakan bahasa Indonesia dan melestarikan bahasa daerah serta menguasai bahasa asing.

“Pengayaan kosakata juga merupakan amanat Undang-Undang. Kita harus memiliki bahasa yang dihormati, disegani, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” kata Prof Dadang.

Dalam hal ini, Penjabat Walikota Bengkulu Budiman Ismaun memaparkan bahwa pengayaan kosakata bahasa Indonesia, bersumber dari bahasa daerah sangatlah penting karena saat ini banyak bahasa Bengkulu yang sudah masuk dalam kosakata bahasa Indonesia.

Salah satu contoh adalah kata mantan yang berasal dari Bengkulu, maka upaya mengutamakan Bahasa Indonesia terus dilakukan di Bengkulu.

“Pemerintah daerah sudah menghimbau agar semua pamflet untuk dituliskan dengan Bahasa Indonesia,” kata Ismaun.

Dijelaskan, saat ini dalam proyek pembangunan PLTU di Bengkulu semua petunjuk menggunakan bahasa China. Ketika pemerintah belum bergerak rakyat sudah bereaksi dalam hal ini dilakukan pemanggilan untuk membenahinya.

“Selain itu, dalam waktu dekat, penggunaan nama Smart City dan Sport Centre di Kota Bengkulu juga akan dikaji, namun bukan sebuah hal yang mudah untuk mengganti nama tersebut,” pungkasnya. [Ardiyanto]

Acara ini dihadiri Prof Dr Dadang Sunendar
Peserta tampak antusias mengikuti acara ini.
Penyerahan plakat.
Penjabat Walikota Bengkulu Budiman Ismaun saat memberikan sambutan.