Rapat Paripurna dengan agenda Laporan Hasil Pembahasan Raperda Rencana Pembangunan Industri dan Perubahan Atas Perda Nomor 5 Tahun 2013 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (22/05/2018).

BENGKULU, PB – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Laporan Hasil Pembahasan Raperda Rencana Pembangunan Industri dan Perubahan Atas Perda Nomor 5 Tahun 2013 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (22/05/2018).

Rapat Paripurna ini merupakan Paripurna ketiga pada masa persidangan ke dua dalam tahun sidang 2018.

Selain dihadiri oleh sejumlah 26 anggota, Paripurna ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu Edison Simbolon selaku Pimpinan Rapat serta Asisten II Pemerintahan Provinsi Bengkulu Bidang Ekonomi dan Pembangunan Daerah Yuliswani.

Dalam paripurna terdapat dua poin pembahasan antara lain :

1. Pembacan laporan hasil pembahasan Komisi II atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Industri.
2. Laporan Hasil Pembahasan Perubahan atas Perda No 5 Tahun 2013 tentang Pengelolahan Pertambangan, Mineral dan Batubara oleh Komisis III.

Dalam Paripurna ini, pembacaan laporan komisi II atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Industri disampaikan oleh Mulyadi Usman. Sedangkan laporan hasil Pembahasan Perubahan atas Perda No 5 Tahun 2013 tentang Pengelolahan Pertambangan, Mineral dan Batubara disampaikan oleh Jonaidi dari Komisi III.

Laporan Paripurna kali ini adalah Komisi II melaporkan Raperda Rencana Pembangunan Industri siap dilanjutkan ketahap selanjutnya yaitu Pendapat Akhir Fraksi dan untuk Komisi III memohon pemberian tambahan waktu untuk melakukan pembahasan lebih lanjut terhadap Perubahan Atas Perda No 5 tahun 2013.

Ketika paripurna berlangsung, Tantawi Dali sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Bengkulu mengusulkan diadakan Paripurna tertutup untuk satu kali dalam satu triwulan.

“Paripurna tertutup ini untuk mengevaluasi kawan-kawan DPRD yang malas sidang, kita evaluasi pakaian sidang, tata tertib sidang, dan evaluasi kegiatan kita selama triwulan,” ucap Tantawi.

Menanggapi usulan tersebut Edison mengungkapkan usulan tersebut dianggap cukup baik karena dapat mengoreksi internal DPRD karena pada saat ini banyak teman-teman yang tidak hadir dalam rapat paripurna. Selanjutnya Edison mengintruksikan kepada sekretaris untuk mengirimkan undangan kepada dewan untuk Paripurna Tertutup.

“Maka dalam Paripurna ini dapat disimpulkan bahwa komisi III masih memerlukan waktu untuk pembahasan yang mendalam sampai waktu yang tidak ditentukan,” ucap Edison saat menutup Paripurna. [Deni Dwi Cahya/Adv]

Tantawi Dali sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Bengkulu mengusulkan diadakannya Paripurna tertutup untuk satu kali dalam satu triwulan.
Paripurna ini berjalan khidmat.