Ruben

SELUMA, PB – Belum adanya pihak keluarga yang berniat merawat Muhammad Saputra Pajarli atau Ruben Warga Desa Karang Dapo Kecamatan Semidang Alas Maras, korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga oleh ibu Kandung ini, membuat pihak Pemda Seluma mengambil sikap.

Sekretaris Daerah (Sekda) Seluma Irihadi didampingi Wakil Ketua II DPRD Seluma Okti Fitriani beserta para Camat dan dinas terkait, menggelar rapat bersama diruang rapat Bupati Seluma, Jumat (18/05/2018).

“Ruben dirawat diruman aman. Sementara ini Kita cari rumah sewahan dulu, dengan tenaga pengasuh untuk merawat Ruben selama dirumah aman, untuk anggaran selanjutnya, saya laporkan ke pak bupati dulu, “Kata Sekretaris Daerah Seluma Irihadi kepada wartawan usai rapat.

Irihadi menyampaikan, agar kepala Desa dan camat untuk sering berkordinasi ke Pemda terkait adanya permasalahan yang tidak bisa diselesaikan di desa. Termasuk permasalahan kondisi kesehatan masyarakat ataupun keadaan ekonomi.

“Kedepannya saya minta Kades dan camat untuk segera sampaikan kalau memang ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, langsung kordinasi ke sini,” tegasnya.

Sementara itu, Waka II DPRD Seluma Okti Fitriani mengatakan, Kabupaten Seluma berada pada posisi peringkat kedua kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, peringkat ke dua pernikahan dini dan peningkat ke dua kekurang gizi untuk diwilayah Provinsi Bengkulu.

Hal ini diakibatkan faktor ekonomi sehingga pemda seluma harus membuat salter dengan menyediakan pos anggaran.

“Kita perlu kerjasama, Daerah harus ada cadangan anggaran sosial, harus ada biaya khusus penanggulang kekerasan terhadap anak, nanti saya minta di APBD perubahan bisa di masukan,” jelas Okti.

Rapat bersama diruang rapat Bupati Seluma, Jumat (18/05/2018)

Okti menilai, Pemda seluma juga harus bertanggungjawab,terhadap pendidikan Ruben serta biaya perawatannya.

“Ruben ini dia dibawah ke panti asuhan tidak mau, serta untuk ke panti asuhan juga harus dalam keadaan sehat sedangkan Ruben saat ini masih sakit, dan masih mau dikontrol ke RSUD Bengkulu,” tutup Okti. [Sepriandi]