Ilustrasi

SELUMA, PB – Hingga saat ini, penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Seluma masih mendalami adanya unsur melawan hukum terhadap laporan masyarakat mengenai pembagian Beras Sejahtera (Rastra) di Desa Rawah Indah Kecamatan Ilir Talo, April lalu.

Masyarakat Desa Rawah Indah melaporkan adanya indikasi kekurangan jumlah Rastra yang diterima oleh masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Sekarang masih Pulbaket. Masih kita cari unsur melawan hukumnya,” kata Kapolres Seluma AKBP Jeki Rahmat Mustika melalui Kasat Reskrim AKP Margopo, Selasa (15/05/2018).

Penyidik telah meminta keterangan sejumlah pihak. Termasuk Kelompok penerima Rastra. Sehingga, saat ini masih dalam tahap Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket).

“Sudah ada sejumlah saksi dimintai keterangan, masih tahap awal,” jelasnya.

Sebelumnya, Puluhan Masyarakat Desa Rawah Indah Kecamatan Ilir Talo mendatangi Polres Seluma, pada Selasa (17/04/2018).

Kedatangan warga ini guna melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Kepala Desa karena telah membagikan Beras Sejahteta (Rastra) secara merata kepada masyarakat yang tidak terdaftar sebagai penerima.

Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Rawah Indah sebanyak 163 Kepala Keluarga (KK). Namun oleh Kepala Desa diduga diberikan juga kepada 298 KK yang diluar dari daftar penerima.

Sehingga, jatah yang seharusnya diterima 10 Kg perbulan, hanya diterima oleh warga sebanyak 2,7 Kg perbulan pada pembagian periode bulan Januari Hingga Maret.Jumlah beras keseluruhan sebanyak 6 ton. Dibagikan ke penerima sesuai KPM sebanyak 2,4 ton dan dibagikan rata sebanyak 3 ton. [Sepriandi]