Ketua DPW PUAN Bengkulu, Hj Asmiar Amir, saat memberikan pengarahan kepada kader-kader PUAN Kota Bengkulu di Kantor DPD PAN Bengkulu, Senin (14/5/2018).

BENGKULU, PB – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perempuan Amanat Nasional (PUAN) Bengkulu terus menggencarkan upaya mensosialisasikan komitmen politik kerakyatan di tengah-tengah rakyat.

Salah satunya dengan cara memberikan dukungan terhadap pencalonan Ketua DPW PAN Bengkulu, Helmi Hasan, sebagai Walikota Bengkulu periode jabatan 2018-2023 mendatang dengan membentuk kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PUAN Kota Bengkulu yang solid di Kantor DPD PAN Bengkulu, Senin (14/5/2018).

Ketua DPW PUAN Bengkulu, Hj Asmiar Amir, mengatakan, seluruh kader PUAN telah membulatkan tekad untuk menangkal seluruh prasangka buruk terhadap Helmi Hasan, Ketua DPW PAN Bengkulu yang mereka nilai memiliki rekam jejak kerakyatan yang jelas.

Salah satunya adalah dengan memberikan penjelasan mengenai hadirnya Helmi Hasan di tengah-tengah rakyat dalam hasil-hasil pembangunan yang dikerjakan oleh mantan Walikota Bengkulu yang khas dengan jenggotnya itu.

“Hasil pembangunan Kota Bengkulu saat ini adalah bukti nyata kehadiran Helmi Hasan di tengah-tengah rakyat. Banyaknya jalan mulus bukti Helmi hadir. RSUD Kota Bengkulu bukti Helmi hadir. Helmi Hasan adalah satu-satunya politisi di Bengkulu ini yang bersedia menjenguk dan menjemput warganya yang sakit dan mengajaknya berobat hingga sembuh. Ini juga bukti Helmi Hasan hadir,” kata Hj Asmiar Amir menjawab pertanyaan wartawan tentang ketidakhadiran Helmi Hasan dalam debat kandidat karena sedang beribadah.

Hj Asmiar Amir menjelaskan, demokrasi memang membolehkan setiap kandidat untuk menilai kompetitornya dalam debat kandidat. Namun Hj Asmiar Amir mengingatkan bahwa sejatinya esensi debat adalah pembahasan untuk memajukan Kota Bengkulu ke depan, bukan fokus untuk menjatuhkan lawan.

“Dedy Wahyudi sudah cukup menyampaikan pemikiran, visi dan misi Helmi Hasan, termasuk hal-hal penting yang harus disampaikan dalam debat,” ungkapnya.

Hj Asmiar Amir menegaskan, dibentuknya DPD PUAN Kota Bengkulu selain untuk menyongsong Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 adalah untuk mensukseskan Pemilihan Walikota (Pilwakot) yang akan digelar pada 27 Juni 2018 mendatang.

“Setiap anggota yang mewakili kecamatannya telah kita bekali agar mampu mempromosikan program-program lanjutan pembangunan dan meluruskan isu-isu miring lainnya terkait Pemilihan Walikota mendatang,” pungkasnya. [Agung Broto]