SALAH satu kewajiban sebagai umat islam adalah berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam bagi orang dewasa yang sehat selama bulan suci Ramadhan.

Selain itu, juga harus menghentikan asupan cairan, merokok, dan obat-obatan terlarang selama berpuasa. Tergantung pada musim dan lokasi geografis negara, puasa dapat bervariasi dari 11 hingga 22 jam.

Puasa Ramadhan adalah bentuk paling umum untuk membatasi makanan yang dikonsumsi dan dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh .

Dilansir dari Viva Health, perubahan metabolisme yang terjadi pada tubuh tergantung pada lama waktu puasa yang dilakukan secara terus menerus. Tubuh memasuki keadaan puasa yaitu delapan jam atau lebih setelah konsumsi makanan terakhir atau ketika usus selesai melakukan penyerapan nutrisi dari makanan. Dalam kondisi normal, glukosa didalam tubuh akan disimpan di hati dan otot sebagai sumber energi.

Selama berpuasa, glukosa yang tersimpan akan digunakan lebih dahulu untuk menyediakan energi. Kemudian dalam waktu cepat ketika glukosa habis maka lemak akan menjadi sumber energi yang berikutnya bagi tubuh. Puasa yang dilakukan dalam beberapa hari atau minggu menyebabkan tubuh mulai menggunakan protein dan memecahnya untuk menjadi energi.

Keuntungan berpuasa bagi kesehatan

– Menurunkan Berat Badan
Pada penelitian yang dilakukan pada tahun 2015, menemukan bahwa puasa dapat membantu menurunkan berat badan hingga 7% dan menurunkan lemak tubuh hingga 5kg. Pada saat puasa, terdapat perubahan dari glukosa menjadi lemak yang digunakan sebagai sumber utama pembentukan energi. Penggunaan lemak yang diubah menjadi energi dapat membantu menurunkan berat badan. Penurunan berat badan dapat mempengaruhi penurunan kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah.

– Meningkatkan Massa Otot
Puasa dapat mendorong keluarnya hormon pertumbuhan manusia. Hormone pertumbuhan manusia atau HGH secara alami diproduksi oleh tubuh. HGH efektif digunakan untuk mengatasi obesitas dan membantu membangun massa otot. HGH juga dapat membantu meningkatkan kekuatan otot. Puasa dapat secara efektif mengurangi kelebihan lemak.

– Puasa dapat Menormalkan Sensitifitas Insulin
Tubuh yang mendapatkan banyak asupan karbohidrat dan gula, dapat mengalami penurunan sensitifitas insulin. Kondisi tersebut dapat menyebabkan terjadinya diabetes mellitus tipe 2. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam World Journal of Diabetes menemukan bahwa puasa ramadan dapat memperbaiki berat badan dan kadar gula dalam darah.

– Puasa dapat Mengubah Pola Makan
Puasa dapat membantu menormalkan tubuh untuk lebih tahu waktu membutuhkan makanan. Dengan puasa maka tubuh dibiasakan untuk tidak lapar sepanjang waktu puasa.

– Menurunkan Kadar Trigliserida
Puasa dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol jahat karena terjadi penurunan asupan makanan yang masuk kedalam tubuh.

Berpuasa dalam beberapa hari tidak akan mempengaruhi kesehatan pada orang dewasa yang sehat. Namun, berpuasa dalam jangka waktu yang lama dapat berdampak buruk bagi tubuh. Tubuh membutuhkan vitamin, mineral dan nutrisi lain dari makanan agar tetap sehat. Jika asupan nutrisi tidak tercukupi dapat menyebabkan beberapa gangguan seperti mudah lelah, pusing, sembelit dan dehidrasi. Namun, untuk beberapa orang dengan kondisi tertentu seperti memiliki penyakit diabetes mellitus, hamil atau menyusui dan lansia memerlukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan puasa. [Eva De]