BENGKULU SELATAN, PB – Tidak puas dengaan laporan yang dimasukkan ke Panwaskab Bengkulu Selatan, proses seleksi Panitia Pengawas Pemilu Desa (Panwaslu Desa/Kelurahan) di Kecamatan Seginim kembali dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Bawaslu RI.

Selain dugaan perekrutan yang terindikasi kolusi dan nepotisme, didapati ada Panwaslu Desa yang dinyatakan lulus tetapi tidak memenuhi syarat usia minimal (Di bawah Umur).

“Saya sudah terima surat balasan dari Panwaskab, tadi (hari ini) saya juga mendatangi Panwaskab. Mereka mengatakan memang ada pelanggaran, tapi sifatnya biasa dan laporan kami dianggap sudah selesai,” ujar pelapor Yulius didampingi rekannya, Budi saat kepada Pedoman Bengkulu, Senin (20/5/2018).

Diceritakan Yulius, dirinya telah melayangkan laporan ke DPKK dan Bawaslu RI pada 3 Mei 2018 lalu. Untuk menyusul surat tersebut menurutnya, pada hari Kamis (24/5/2018) mendatang pihaknya kembali akan menyampaikan surat ke DKPP dan Bawaslu RI terkait adanya temuan bukti baru.

“Diantara bukti yang akan kita sampaikan poto kopi Kartu Keluarga atas nama Peli Noviarti (Panwas Desa Banding Agung) yang terindikasi di bawah umur.
Serta surat pernyataan penolakan Panwas Desa Padang Lebar yang ditandatangani Kepala Desa dan surat pernyataan penolakan dari masyarakat yang ditandatangani oleh masyarakat bersama Kades dan Ketua BPD,” jelas Yulius.

Menurut Yulius, indikasi Panwas Desa yang di bawah umur terlihat dari syarat minimal calon anggota Panwas Desa/Kelurahan yang diumumkan oleh Panwaskab minimal berusia 25 tahun pada saat pendaftaran. Sedangkan Peli Noviarti dalam KK tertera kelahiran 01 November 1993.

Surat pernyataan kades

“Artinya pada tanggal 1 November 2018 nanti baru berusia 25 tahun. Kenapa bisa diluluskan?, Saya tidak sampai di sini saja, kalau memang ada indikasi pemalsuan dokumen atau pemalsuan data, maka akan saya laporkan ke ranah pidana,” ancam Yulius.

Sedangkan penolakan dari Kepala Desa, BPD dan masyarakat desa Padang Lebar Kecamatan Seginim lantaran yang diluluskan sebagai Panwas Desa bukan berasal dari warga desa setempat, tetapi dari Kelurahan Pasar Baru. Padahal di Desa Padang Lebar ada peserta tes yang dianggap mampu dan memenuhi syarat. [Apdian Utama]