BENGKULU, PB – Menjelang Ramadhan biasanya jadi momen masyarakat untuk kembali ke kampung halaman atau biasa di sebut mudik.

Biasanya masyarakat sering khawatir dengan harga jasa transportasi dan harga tiket termasuk pesawat terbang.

Karena itu, menjelang Ramadhan kali ini Distrik Manager Sriwijaya Air Bengkulu, Abdul Rahim menyatakan tidak akan ada kenaikan harga tiket pesawat. Hal ini juga di pengaruhi dengan adanya sistem Multi class.

“Saat ini jarang sekali terjadi kenaikan harga tiket pesawat sejak adanya sistem Multi class, adanya Multi class ini pihak maskapai bisa memperbanyak atau mengurangi kelas agar tidak terjadi kenaikan harga tiket pesawat yang tentunya akan memberatkan masyarakat,” ujar Abdul, Sabtu (12/5).

Abdul menjelaskan, pihaknya akan mengatur kuota kelas yang ada agar tidak terjadi kenaikan harga, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan harga tiket yang mahal.

Sementara itu, menjelang Idul Fitri Sriwijaya Air akan menambah jadwal penerbangan yang semula hanya satu penerbangan dalam sehari menjadi dua penerbangan dalam satu hari.

“Untuk saat ini normal, Sriwijaya juga normal, seperti harga biasa, mungkin di hari mendekati lebaran tiket yang low itu dibatasi mungkin hanya 10 seat biasanya gemuk dibawah, kita kan multiclass nih, ada beberapa kelas di sistem kita,” ungkapnya.

“Kemungkinan untuk lebaran yang biasanya gemuk dibawah, berubah akan gemuk di atas. Biasanya kita buka di harga Rp400.000 dan di November sekitar Rp700.000, sebelum hari raya middle ke atas yang dibanyakin tapi gak ada perubahan harga. Dan rata-rata orang gak ada sih yang bermain harga dinaikin gitu, karena sejak ada Multiclass ini kenaikan harga sudah jarang dilakukan karena modelnya tutuo keran gitu yang awalnya di low season di hari-hari biasa middle kebawah dibuka banyak yang atas disedikit, kalo peak season gini dibalik middle keatas banyak, yang middle kebawahnya sedikit,” pungkasnya. [Ardiyanto]