Perbaikan jembatan secara swadaya oleh perangkat desa dan warga.

BENGKULU UTARA, PB – Jembatan penghubung antara Desa Wonoharjo dengan Desa Suka Makmur yang hancur setelah dilewati oleh truk tronton yang bermuatan alat berat akhirnya di perbaiki secara swadaya oleh masyarakat Desa Wonoharjo.

Kepala Desa Wonoharjo Haryanto mengatakan bahwa warga sengaja bergotong royong memperbaiki jembatan Wonoharjo tersebut karena jembatan ini merupakan akses vital bagi mereka.

Perbaikan ini, kata dia, guna memperlancar arus angkutan hasil pertanian dan perkebunan masyarakat yang beberpa hari terakhir sempat terhambat lantaran jembatan tersebut hancur.

Perbaikan jembatan oleh warga ini hanya bersifat sementara.

Dengan dana dan semangat kegotongroyongan warga, dipimpin oleh Kepala Dusun, RW dan Kades Wonoharjo, bagian jembatan yang ambruk sementara diganti dengan batang pohon kelapa.

“Kita perkirakan akan selesai sekitar 3 hari. Ini kita lakukan mengingat jembatan ini sangat penting bagi warga kita untuk mengangkut hasil pertanian dan merupakan akases antara desa dan kecamatan,” tutur Kades Wonoharjo Haryanto, Selasa (8/5/2018).

Ditambahkan Haryanto, jembatan ini hanya sementara yang mana hanya mengunakan pohon kelapa sehingga tidak semua kendaraan bisa melintas, mengingat kekuatannya tidak terlalu kuat.

“Ini hanya untuk mengantisipasi sebelum adanya perbaikan secara permanen dari pihak Pemerintah Daerah,” imbuhnya.

Warga tampak bergotong royong.

Sementara itu Kadis PUPR Bengkulu Utara Heru Susanto masih akan melakukan kajian terkait apakah akan melaporkan pengemudi mobil tronton ke pihak kepolisian.

“Kita masih melakukan kajian, karena kalau sudah masuk ranah hukum masalahnya sudah berbeda, pertimbangan-pertimbangan akan kita pikirkan,” ungkap Heru. [Evi Kusnandar]