Seorang juru masak warung kuliner ini kedapatan tengah menenteng dua tabung gas melon usai dibeli dari salah satu warung.

REJANG LEBONG, PB – Sejak diluncurkannya gas elpiji ukuran 3 Kg (Gas Melon) hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin atau bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah, dengan format gas bersubsidi.

Sayangnya, hingga saat ini hal tersebut tak juga tepat sasaran hingga ke konsumen akhir atau masyarakat miskin. Karena sebagian pelaku usaha masih saja menggunakan gas 3 Kg untuk keperluan usaha demi mengejar keuntungan pribadi. Tentunya ini bukan masyarakat miskin yang menjadi sasaran penggunaan gas melon.

Berdasarkan pantauan Pedoman Bengkulu, di Kabupaten Rejang Lebong terdapat salah satu pelaku usaha kuliner yang cukup bonafit menggunakan gas melon untuk keperluan dapur usahanya, dan nampak salah seorang juru masak tengah menenteng dua tabung gas melon usai dibeli dari salah satu warung.

Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKM) Kabupaten Rejang Lebong, Henny Kurniaty mengatakan, Sejauh ini pihaknya belum menerima laporan terkait pelaku usaha yang menggunakan gas 3 Kg.

“Sejauh ini kita belum dapat informasi, tapi nanti bakal kita cek jika ada pelaku usaha yang menggunakan gas 3 kg,” tegas Henny Kurniaty selaku Kadis KopUKM Perindag Rejang Lebong, Senin (14/05/2018).

Henny juga memaparkan, pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi ke masyarakat dan pelaku usaha, terkait penggunaan gas 3 Kg yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin, dan bukan bagi PNS maupun pelaku usaha.

“Sebetulnya sudah berulang kali disampaikan ke masyarakat dan pelaku usaha, bahwa gas 3 Kg tidak boleh digunakan oleh PNS maupun pelaku usaha,” tandasnya.

Dalam waktu dekat, DiskopUKM Perindag bakal melakukan sidak ke pelaku-pelaku usaha yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, terkait penggunaan gas 3 Kg bersubsidi. [Benny Septiadi]