Motif Kain Basurek

Provinsi Bengkulu selain dikenal sebagai Bumi Rafflesia, juga sangat identik dengan Kain Besurek. Pasalnya Kain Besurek ini adalah ikon atau khas Provinsi Bengkulu. Sekarang ini, Kain Besurek umumnya disulap menjadi batik yang keren.

Nah, tahukah apa arti Kain Besurek tersebut? Sudah tahukah tentang sejarah dan motif-motifnya? Jika belum, sekaranglah waktunya untuk tahu sekaligus paham.

Berikut ini data dihimpun Pedoman Bengkulu (09/06/2018) langsung bersumber dari Bapak Alcala Zamora; orang yang meneliti, mendesain, dan mengembangkan Kain Besurek pada tahun 1987. Ia jugalah yang menulis pengertian Kain Besurek, beserta sejarah, fungsi dan tujuh motif Kain Besurek.

– Arti Kain Besurek

Kain ‘Besurek’ berasal dan merupakan kosakata dari dialek masyarakat Bengkulu. Kata tersebut berasal dari suku kata ‘be’ termasuk awalan dengan pengertian ‘ber’ dan ‘surek’ yang berarti ‘surat’ atau ‘tulisan’.

Terjemahan bebas dari kata ‘besurek’ adalah ‘bersurat’ atau ‘bertulisan’, dimaksud dengan istilah ‘Kain Besurek’, kain yang telah dipenuhi dengan surat atau tulisan berciri tulisan kaligrafi Arab.

Kata ‘surat’ adalah informasi tertulis. Namun pada istilah ‘Kain Besurek’ kata ‘surat’ tidak mempunyai makna tertentu. Hal ini merupakan ciri motif dan pembuatan kain besurek yang memang melalui proses membatik.

Kata ‘batik’ berasal dari kosa kata Jawa dari kata ‘ba’ artinya ‘jari’ dan ‘tik’ artinya ‘kecil’. Terjemahan bebas kata ‘batik’ dalam bahasa Jawa ‘menitik, menetes atau menuliskan’ lilin pada kain yang telah di desain motif. Batik inilah di Bengkulu disebut ‘besurek’.

Dalam hal ini Alcala Zamora yang akrab disapa Morry mengatakan “Sesungguhnya melalui proses membatik bangga, anak muda, kalangan pelajar, dikerjakan di daerah sendiri, nilai yang positif menciptakan lapangan kerja dan pemasukan pendapatan Daerah serta cinta warisan budaya lokal.”

– Sejarah Kain Besurek

Sejarah awal pertumbuhan Kain Besurek belum diketahui secara pasti namun menurut orang-orang tua tempo dulu (pemuka adat, pemuka masyarakat) Bengkulu, penggunaan Kain Besurek sudah sejak lama dan terlihat selalu dipakai pada upacara-upacara adat khususnya di Kota Bengkulu.

Ada kecenderungan sejarah awal perkembangan kain besurek di Bengkulu bermula sejak hijrahnya pahlawan pangeran Sentot Alibasyah serta sanak saudara dan pengikut-pengikutnya ke Bengkulu. Terbukti pada awalnya ternyata masyarakat pemakai dan perajin kain besurek sebagian besar dari keturunannya.

Penggunaan kain besurek pada mulanya hanya terbatas untuk upacara-upacara adat seperti dipakai untuk pengapit pengantin pria (destar/topi khas Bengkulu) pada acara nikah, untuk acara calon pengantin putri mandi/siraman bedabung/mengikir gigi malam inaicuri, ziarah kubur dalam rangkaian upacara perkawinan, sampiran bilik pengantin, hiasan ayunan cukur bayi, penutup jenazah dan lain sebagainya.

Perkembangan kain besurek di Bengkulu hingga kini demikian pesat, mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat, penggunaannya pun tidak lagi terbatas pada perayaan atau upacara-upacara adat, melainkan telah digunakan untuk berbagai keperluan seperti pakaian dinas, swasta, pakaian pesta, busana muslim, pakaian harian dengan modifikasi desain motif dan modifikasi desain busana.

Difersifikasi produknya antara lain, dompet, dasi, tas, kopiah, aksesoris tempat perhiasan, tempat tissue, souvenir/cinderamata dengan beranekaragam perpaduan desain motif flora, fauna, ornamen ukiran rumah tradisional, huruf kaganga dan lain sebagainya.

Proses Membatik

– Motif Dasar, Arti dan Fungsi Kain Besurek

Tujuh jenis motif dasar Kain Besurek adalah:

1. Motif Kaligrafi Arab

Arti : Tulisan Arab
Fungsi : Dipakai oleh pembantu Raja penghulu dan pengapit pengantin pada upacara nikah (destar/ penutup kepala).
Warna :Biru

2. Rembulan dan Kaligrafi Arab

Arti : Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dan Tulisan Arab
Fungsi : Dipakai untuk calon pengantin putri dalam rangkaian acara pernikahan (acara siraman/mandi).
Warna :Merah

3. Kaligrafi Arab – Kembang Melati

Arti : Tulisan Arab dan kehidupan alam (Flora)
Fungsi : Dipakai untuk buayan upacara cukur bayi.
Warna : Merah manggis

Desain Motif kain basurek Pak Morry

4. Kaligrafi Arab – Burung Kuau

Arti : Tulisan Arab dan kehidupan alam (Fauna)
Fungsi : Dipakai untuk acara adat, pada rangkaian upacara perkawinan yang dipakai oleh calon pengantin putri ziarah kubur.
Warna : Merah

5. Pohon Hayat – Burung Kuau – Kaligrfi Arab

Arti : Kehidupan alam flora dan fauna serta tulisan Arab
Fungsi : Dipakai untuk hiasan Yang disampirkan dalam bilik pengantin.
Warana : Biru

6. Kaligrafi Arab – Kembang Cengkih – Kembang Cempaka

Arti : Tulisan Arab dan kehidupan alam (Flora).
Fungsi : Dipakai untuk rangkaian upacara adat perkawinan (bedabung/acara mengikir gigi.
Warna : Merah kecoklat-coklatan.

7. Kaligrafi Arab-Relung Paku-Burung Punai

Arti : Tulisan Arab dan kehidupan Alam flora dan fauna
Fungsi : Dipakai sebagai hiasan pembalut ayunan cukur bayi.
Warna : Merah

“Semoga produk batik tulis Bengkulu ‘Kain Besurek’ ini selalu jaya berkembang dapat diterima semua kalangan konsumen. Tentu saja dengan memperhatikan desain, motif, warna, mutu produk yang kreatif inovatif serta difersifikasi produknya. Khas dan Uniknya motif Besurek ini memiliki pangsa pasar sendiri di kalangan konsumen baik di dalam maupun luar negeri.” demikian tutur Alcala Zamora. [Eva De]