Rabu (27/6/2018), sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, warga Kota Bengkulu akan memilih pemimpinnya dalam ajang Pemilihan Walikota (Pilwakot).

Ada empat pilihan. Mereka adalah David Suardi dan Bakhsir (David-Bakhsir), Erna Sari Dewi dan Ahmad Zarkasih (ESD-AZA), Helmi Hasan dan Dedy Wahyudi (Helmi-Dedy) serta Patriana Sosialinda dan Mirza (Linda-Mirza).

David-Bakhsir merupakan satu-satunya calon independen. Kombinasi eks militer dan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini mengandalkan kontrak politik dan basis dukungan riil dari warga Kota Bengkulu yang telah menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka kepada pasangan ini.

Sementara ESD-AZA merupakan pasangan politisi berlatarbelakang legislatif. Diusung oleh Partai NasDem, PKS dan PPP, RT Mandiri, Dokter on Call dan Kartu ESD Peduli merupakan program andalan mereka.

Helmi-Dedy sendiri merupakan pasangan yang paling diminati oleh warga Kota Bengkulu. Dalam berbagai jajak pendapat, pasangan yang diusung oleh Partai Gerindra, PAN dan Demokrat ini selalu mendapat tempat di posisi teratas. Mewujudkan Kota Bengkulu yang bahagia dan religius dengan APBD untuk Rakyat sebagai kuncinya menjadi program utama pasangan ini.

Linda-Mirza merupakan pasangan yang mengkombinasikan tokoh politik senior dan junior. Mengandalkan mesin politik Partai Golkar, PDIP, Hanura dan PKB, pasangan ini mengusung program menjadikan Bengkulu menuju kota yang berdaulat, lebih maju, makmur dan berbudaya.

Siapapun yang terpilih akan menciptakan sejarah bagi Bengkulu. David-Bakhsir akan menjadi kandidat independen pertama yang terpilih, Erna atau Linda akan menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Walikota Bengkulu, Helmi Hasan akan menjadi Walikota pertama yang mematahkan mitos bahwa tidak ada petahana yang mampu menjabat dua periode di Bengkulu.

Helmi memiliki keunikan lebih. Sebab, dari 171 daerah yang menyelenggarakan Pilkada se Indonesia tahun 2018, hanya Helmi Hasan yang berani meninggalkan hampir semua proses kampanye pemilihan hingga menjelang pencoblosan untuk tujuan ibadah mendekatkan diri kepada Allah.

Yang menarik, meski Helmi dua kali tidak mengikuti debat kandidat, Dedy Wahyudi yang menjadi wakilnya mampu meladeni tiga kandidat lainnya dengan posisi unggul. Berbagai argumentasi brilian dan gagasan-gagasan progresif berhasil Dedy sampaikan kepada publik secara sistematis, terukur dan rasional.

Pilwakot harus dimanfaatkan sebaik-baiknya karena inilah kesempatan warga Kota Bengkulu untuk memilih Walikotanya. Pemimpin yang tepat adalah pemimpin yang memiliki kepribadian baik, bijaksana, merakyat, terbukti menghadirkan kebijakan politik yang betul-betul dirasakan manfaatnya oleh rakyat dan mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi rakyat, baik dalam hal mengatasi kemiskinan, pengangguran, menghadirkan pendidikan serta kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.

Kepemimpinan Kota Bengkulu jangan sampai jatuh ke sosok pemburu jabatan politik. Sebab, bila demikian, usai pemilihan nanti pasti kekecewaan akan mendatangi rakyat. Pemburu jabatan politik mudah berkhianat dengan janji-janji kampanye, mayoritas terjerat korupsi, dan kebijakan politiknya senantiasa merugikan rakyat.

Secara nyata Kota Bengkulu saat ini telah mengalami banyak perubahan yang berarti. Kondisi infrastruktur jalan sudah banyak dalam keadaan baik. Nyaris tidak ada anak yang putus sekolah. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bengkulu bersedia 24 jam sehari melayani warga yang membutuhkan pengobatan dengan ramah, meski mereka dari kalangan yang tidak mampu sekalipun.

Gaji honorer naik dua kali lipat. Taman-taman kota mulai berdiri dan menjadi tempat favorit warga untuk berkumpul. Kemiskinan dan pengangguran terus dientaskan melalui program Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake). Upaya ini kelak pasti akan lebih maksimal ketika pengelolaannya diserahkan melalui bank syariah yang baru saja berdiri.

Untuk lima tahun mendatang, warga Kota Bengkulu tentu membutuhkan lebih banyak penyempurnaan-penyempurnaan. Untuk itu, pilihlah sosok yang jelas dan teruji pengabdiannya untuk warga Kota Bengkulu. Sosok yang partai dan pendukungnya memiliki keberpihakan yang nyata kepada rakyat. Sosok yang mengutamakan kampanye program-program yang realistis dan terukur. Mari gunakan hak pilih dengan akal sehat dan hati yang bersih!