Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Sekjend Mendagri Hadi Prabowo saat tiba di Kediaman Bung Karno usai jalan santai Puncak Bulan Bhakti Pancasila dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, di Rumah Bung Karno, Anggut Kota Bengkulu, Sabtu (30/6/2018).

BENGKULU, PB – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Sekertaris Jenderal Kementrian Dalam Negeri Hadi Prabowo mengikuti acara jalan santai dan acara Puncak Bulan Bhakti Pancasila dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, di Rumah Bung Karno, Anggut Kota Bengkulu, Sabtu (30/6/2018).

Sekira pukul 06.30 WIB ribuan peserta gerak jalan yang terdiri sari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bengkulu dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dilepas dari titik start Rumah Pengasingan Bung Karno, Masjid Takwa, melawati Anggut Atas, Simpang Tiga Penurunan, Simpang Lima hingga kembali lagi ke Rumah Pengasingan Bung Karno.

Setelah gerak jalan santai selesai, Sekjen Kemendagri dan Plt Gubernur Bengkulu serta seluruh peserta disambut dengan tarian adat dari salah satu wilayah di Bengkulu, diantaranya adalah tarian Redab Betine.

Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat acara resmi dimulai dalam sambutannya mengatakan bahwa menjadi kebanggaan tersendiri ketika Provinsi Bengkulu sebagai tuan rumah hari puncak peringatan Bulan Bhakti Pancasila yang dilaksanakan tepat di depan rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu.

“Semoga semua ide gagasan dan cita karsa beliau hidup akan betul-betul terpatri dan menjadi tonggak serta menjadi semangat untuk kita semua untuk membangun bangsa yang kita cintai ini,” kata Rohidin.

Plt Gubernur Bengkulu juga turut memuji keberadaan kelas khusus praja IPDN Bukit Tinggi yang telah menampilkan drum bandnya dengan penuh semangat ketika gerak jalan berlangsung. Menurutnya, itu menunjukkan semangat Pancasila.

Di samping itu keberadaan alumni IPDN dijajaran pemerintahan Provinsi Bengkulu juga telah dirasakan sangat besar pengaruh dan manfaatnya.

“Mari kita maksimalkan Bulan Bhakti Pancasila ini secara posisitif dan mendalam, Pancasila harus menjadi ideologi nomor satu agar bisa menjamin eksistensi negara ini,” imbuh Rohidin.

Sejalan dengan itu, Sekjen Kemendagri yang juga turut menghadiri acara tersebut juga mengatakan bulan Juni sebagai bulan yang sangat bersejarah bagi Indonesia, mulai tanggal 1 sampai tanggal 30 telah dilaksanakan berbagai jenis kegiatan, diantaranya adalah pemugaran situs Bung Karno, pembersihan rumah Bung Karno di Bangka Belitung, pembersihan dan pengecatan situs makam Bung Karno di Jawa Timur, forum dialog revitalisasi nilai-nilai pancasila, upacara bendera peringatan hari lahir Pancasila di Nusa Tenggara Timur, upacara penutupan hari lahir pancasila di Maluku, dan pagi ini di Bengkulu dilaksanakan jalan sehat serta pembersihan situs rumah Bung Karno.

“Pancasila merupakan warisan besar yang harus dirawat oleh anak bangsa, selama 73 tahun Pancasila telah bertahan meskipun dalam perkembangannya ada berbagai guncangan dan gempuran, tapi hingga saat ini Pancasila tetap tegak. Bapak presiden juga mengingatkan bahwa Pancasila harus selalu ada dihati,” ucap Hadi Prabowo.

Selain mengimbau masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila, Sekjen Kemendagri juga menekankan bahaya keberadaan radikalisme.

“Kita harus bisa mengaktualisasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, masalah yang perlu kita cermati adalah radikalisme dan terorisme, itu menjadi tanggungjawab kita semua. Siapa kawan dan siapa lawan kita harus bisa mencermati siapa-siapa yang ingin merusak dan merongrong kedaulatan negara kita,” pungkasnya. [Deni Dwi Cahya/Adv]

Kata sambutan.
Kata sambutan.
Atraksi drumband.
Penampilan drumband mengiringi jalan santai.