Kru Rafflesia Motion dan pemeran Film Gading saat menggelar acara buka bersama dan nonton bareng di Dangau Datuk Cafe jalan Adam Malik KM 9, Jum’at (9/6/2018).

BENGKULU, PB – Segenap kru Rafflesia Motion dan pemeran Film Gading menggelar acara buka bersama dan nonton bareng film Gading yang digelar di Dangau Datuk Cafe jalan Adam Malik KM 9, Jum’at (9/6/2018).

Setelah berhasil menyedot antusias masyarakat Bengkulu sebagai film pertama produksi anak Bengkulu yang telah tayang di bioskop ini, FilmĀ Gading membawa Rafflesia Motion bersaing di kancah nasional.

Diungkapkan Sofian selaku sutradara, Gading merupakan film yang memberikan efek tiga dimensi dengan memadukan antara legenda dan mitos Bengkulu. Film yang diproduseri Senator termuda Indonesia Riri Damayanti John K. Latief ini merupakan barometer untuk meningkatkan kualitas film Rafflesia Motion.

Sofian mengharapkan melalui kegiatan ini dapat diberikan kritik dan saran serta masukan terhadap film Gading.

“Terimakasih untuk kawan-kawan yang sudah terlibat untuk pembuatan film Gading, film ini jauh dari sempurna. Seperti judulnya Gading, tidak ada gading yang tak retak. Kami masih sangat butuh masukan, kritik dan saran karena untuk saat ini kami harus belajar dari pengalaman,” kata Sofian.

Dalam kesempatan kali ini sang sutradara juga mengungkapkan rasa syukurnya mendapat kesempatan untuk andil dalam kompetisi pembuatan short movie dan meminta dukungannya supaya masuk nominasi dalam Tebas Award di Amikom Yogyakarta yang akan diselenggarakan bulan Juli nanti.

“Alhamdulillah saya dan bisa disebut mewakili Rafflesia Motion telah dihubungi oleh Fajar Bustomi, sutradara di film Dilan 1990, Danial Rifky dengan Film Meet Mee After Sunset yang menjadi mentor, langsung memberikan pengumuman bahwa film kita telah masuk nominasi 20 besar Short Movie DCODE The Progressive Project RTV,” ujar Sofian.

Setelah terpilih, Sutradara Rafflesia Motion akan mengikuti pelatihan pada tanggal 25 Juni 2018 mendatang. Sofian menyatakan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi lima besar.

“Kalau misalnya kita lolos di lima besar maka akan langsung disambung sampai tanggal 30 nanti dan jika menjadi yang terbaik akan mendapatkan hadiah dengan total 100 juta rupiah. Menang atau kalah nomor dua yang penting bisa mendapatkan pengalaman, bersilaturahmi dengan penggiat film di indonesia. Mohon doa dan dukungannya. Sehingga nanti kedepannya kita akan bersama-sama menggarap film pendek lainnya yang lebih berkualitas,” tutup Sofian. [Deni Dwi Cahya]