Dedy Wahyudi saat bersilaturahmi bersama kaum perempuan.

BENGKULU, PB – Kampanye akbar merupakan sesuatu yang dinanti-nantikan oleh warga masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam momen pemilihan kepala daerah, tak terkecuali bagi para pendukung dan simpatisan calon walikota dan wakil walikota Bengkulu periode 2018-2023, Helmi Hasan-Dedy Wahyudi (Helmi-Dedy).

Dijadwalkan pada Rabu (20/6/2018), kampanye akbar Helmi-Dedy mengambil bentuk dan metode yang berbeda dari biasanya tanpa pengerahan massa, tanpa mengundang artis, dan tanpa hiburan-hiburan yang identik dengan kampanye akbar.

“Seluruh saudaraku warga Kota Bengkulu yang dirahmati Allah subḥānahu wa ta’alā, terkait agenda Kampanye Akbar InsyaAllah Walikota Bengkulu 2018-2023 saudara kita Helmi Hasan dan Dedy Wahyudi. Banyak masyarakat yang bertanya bagaimana konsep Kampanye Akbar tersebut dan siapa yang bakal hadir? Dan juga teman-teman media juga bertanya? Apakah kandidat dan pimpinan partai sudah ada di Bengkulu? Iya! Kandidat serta pimpinan partai sudah ada di Bengkulu, dan mereka sedang berkeliling ke rumah warga,” urai Wakil Ketua I DPW PAN Provinsi Bengkulu Dempo Xler kepada jurnalis, Rabu (20/6/2018).

Dempo menjelaskan, kampaye itu adalah bagian dari hak konstitusi yang diberikan oleh Undang-Undang kepada pasangan calon walikota dan wakil walikota untuk menyampaikan visi dan misi ke publik.

“InsyaAllah akan dimanfaatkan secara baik oleh pasangan calon Helmi Hasan dan Dedy Wahyudi. Metodenya adalah kita mengerakkan seluruh komponen relawan, keluarga, simpatisan bergerak serentak di Kota Bengkulu mengunjungi rakyat Kota Bengkulu untuk bersilaturahim dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah,” ujarnya.

Mantan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bengkulu (UNIB) ini menambahkan, seluruh relawan dan simpatisan bergerak menyampaikan pesan dari pasangan calon Helmi Hasan dan Dedy Wahyudi untuk saling bermaaf-maafan dan menyambung tali silaturahmi.

“Silaturahim ini punya banyak manfaat yaitu bagaimana kita menyambung tali bersaudaraan, membuka pintu rezeki, mewujudkan perdamaian dan sambung hati dalam memusyawarahkan pilihan dalam memilih pemimpin sesuai landasan agama dan dasar negara kita,” ungkapnya.

Ketua Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) Provinsi Bengkulu ini menerangkan, Kampanye Akbar perlu dipahami bukan hanya dalam artian berkumpul dalam satu tempat lalu ramai-ramai berkerumun.

“Akbar menurut kami adalah bagaimana kita mengerakkan serentak komponen relawan serentak se Kota Bengkulu. Lalu mungkin teman-teman ada yang bertanya? Kenapa tidak berkumpul dalam satu tempat seperti pasangan calon lain misalnya di lapangan atau di tempat terbuka? Kami perlu memberikan pemahaman kepada publik bahwa setiap langkah, tindakan yang diambil oleh pasangan calon Helmi Hasan dan Dedy Wahyudi harus mempertimbangkan secara manfaat maupun mudaratnya untuk rakyat Kota Bengkulu. Jikalau tidak banyak manfaat untuk rakyat maka jangan dilakukan, namun jika banyak manfaat maka lakukanlah,” tukas Dempo.

Lalu kenapa tim Helmi-Dedy memilih bergerak serentak se Kota Bengkulu bukan berkumpul di lapangan?

“Pertama, berkumpul di lapangan itu pastilah ada kemungkinan hari panas. Hari panas tersebut pastilah bisa menguras energi masyarakat, bisa mengurangi nikmat demokrasi, dan mengganggu kestabilan publik. Yang kedua, kita sangat paham betul bahwa saat ini rakyat Kota Bengkulu sedang dalam suasana riang bergembira dalam rangka bulan Syawal yaitu menikmati hari kebahagian hari kemenangan, Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah. Baru selesai melalui bulan Ramadan. Kebahagian bulan suci Syawal ini jangan terganggu hanya gara-gara kampanye, gara-gara panas-panasan di lapangan. Warga Kota Bengkulu saat ini pastilah sedang berbahagia bergerak silaturahim dengan sesama keluarga, tetangga dan kaum kerabat lainnya. Mari kita manfaatkan bulan Syawal ini untuk kebaikan kita bersama-sama,” imbuh Dempo.

“Jikalau kita berkumpul di lapangan, berpanas-panas itu sudah mengurangi dimensi silaturahmi kita kepada yang lain, itu yang pertama. Yang kedua kita tidak mungkin bisa menghindari kemacetan yang pasti menganggu mobilitas produktivitas warga Kota Bengkulu. Yang ketiga, kita tidak bisa menghindari hadirnya anak-anak dalam kerumunan tersebut. Ini tidak baik untuk pendidikan demokrasi. Kemudian jika berkumpul ramai-ramai kita tidak bisa menghidari akan bertumpuknya sampah-sampah di lokasi kampaye akbar tersebut. Hal seperti ini akan menjadi lost control oleh tim kemenangan. Kita dari pihak pasangan calon Helmi Hasan dan Dedy Wahyudi menghindari hal seperti itu,” tambahnya lagi.

Dempo menekankan, tim Helmi-Dedy memutuskan untuk lebih baik sama-sama fokus berbuat, bertindak untuk Kota Bengkulu yang lebih baik. Ia juga menyampaikan pesan dari pasangan Helmi-Dedy untuk para pendukung dan simpatisan.

“Perlu kami jelaskan kepada publik, kami sampaikan untuk para pendukung, para simpatisan, para relawan untuk menjaga kestabilan Kota Bengkulu yang sedang damai ini. Kita menjaga perdamaian dan kita harus terus bergerak berjuang memenangkan nilai-nilai kebenaran. Pilkada Kota Bengkulu ini jangan sampai dimenangi oleh ketidakadilan dan kecurangan. Keadilan dan kebenaran harus dimenangkan, karna itu adalah landasan awal kita berdemokrasi dan awal mewujudkan Kota Bengkulu yang bahagia dan religius. Lihat sekeliling kita, pantau gang-gang rumah kita. Jangan sampai Pilkada Kota Bengkulu ini tercenderai oleh ketidakdamaian dan gerakan money politik,” tutup Dempo. [Deni Dwi Cahya]

Dedy Wahyudi saat bersilaturahmi bersama mantan Wakil Gubernur Bengkulu Sultan B Najamudin.
Dedy Wahyudi saat bersilaturahmi bersama mantan Gubernur Bengkulu H. A. Razie Yahya.
Relawan Muda Helmi-Dedy berfoto bersama kandidat mereka. Hari ini, Rabu (20/6/2018), mereka menyebar serentak se Kota Bengkulu guna memanfaatkan momen Kampanye Akbar.