Tidak semua makanan berlemak itu buruk, yang harus dibatasi saat lebaran adalah makanan berlemak yang mengandung lemak jahat.

Dilansir dalam laman Healthline, lemak buruk atau jahat ada dua jenis, yaitu lemak jenuh, dan juga lemak trans. Keduanya ditemukan sebagai sumber lemak yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Lemak jenuh

Jenis lemak ini terutama kebanyakan terkandung dalam makanan yang berasal dari hewani. Ditemukan dalam dan produk susu yang tinggi lemak. Beberapa sumber lemak jenuh yangs ering dijumpai antara lain:

– Potongan daging sapi yang berlemak
– Susu dan produk susu (mentega, keju, krim, es krim)
– Minyak tropis (minyak kelapa, minyak sawit)
– Santan

Kelebihan lemak jenuh ini terbukti akan meningkatkan kadar kolesterol darah. Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung, diabetes, dan penyakit penyumbatan pembuluh darah.
Lemak trans

Lemak trans ini bisa ditemukan dari makanan yang mengandung minyak nabati (dari tumbuh-tumbuhan) yang terhidrogenasi. Contohnya:

– Makanan yang digoreng (pisang goreng, kentang goreng, donat, dan makanan cepat saji lainnya yang digoreng)
– Margarin
– Makanan ringan (misalnya keripik)

Seperti lemak jenuh, lemak trans dapat meningkatkan kolesterol LDL. Bahkan lemak jenis ini bisa menurunkan kadar lemak baik juga yakni kadar kolesterol HDL. Oleh karena itu, lemak ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung 3 kali lipat lebih tinggi daripada asupan lemak jenuh.

Tips membatasi asupan lemak di hari Lebaran:

1. Bedakan makanan berlemak yang baik dan yang harus dihindari

Setelah mengetahui jenis makanan berlemak seperti apa yang harus dibatasi, ini akan membuat Anda lebih mudah memilah milih makanan yang sehat saat lebaran. Pilihlah makan berlemak khas Lebaran yang memang sehat seperti dada ayam tanpa kulitnya, kacang almond, dan kacang mete.

Sedangkan makanan seperti rendang, semur daging, dan sambal goreng biasanya mengandung lemak yang sangat tinggi sehingga perlu dihindari.

2. Makan lebih banyak sayur dan buah

Sayur dan buah adalah makanan yang kaya akan serat. Karena itu sayur dan buah akan dicerna lebih lambat sehingga membuat orang akan kenyang lebih lama. Jadi, sebaiknya pilih buah jeruk sebagai camilan di sela-sela makan besar daripada makan beragam jenis kukis Lebaran yang tinggi lemak trans.

Lagipula sering makan sayur dan buah akan membuat kenyang lebih lama dan mengurangi kesempatan untuk makan-makanan yang mengandung lemak.

3. Pilih lauk pauk yang rendah lemak

Lauk pauk bisa didapatkan dari berbagai bahan makanan seperti dari ayam, ikan, daging, tempe, tahu, dan lain sebagainya. Untuk mengurangi makanan berlemak saat Lebaran harus bisa memilih-milih jenis lauk pauk ini.

Kurangi daging merah dan juga jeroan yang banyak disediakan di hari lebaran. Sebab keduanya mengandung tinggi lemak jenuh. Potong bagian lemak yang terlihat di daging atau buang kulit dari unggas sebelum memasak dan memakannya. Pilihlah lauk pauk dari ikan, atau ayam tanpa kulit, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

4. Pilih makanan yang dipanggang, direbus, atau dikukus

Dibandingkan makanan-makanan yang digoreng atau makanan yang selalu dimasak dengan digulai (disantan), pilih atau buatlah makanan saat lebaran tanpa minyak dan santan. Saat lebaran pasti akan banyak menu bersantan entah opor, atau sambal goreng, rendang, dan lain sebagainya.

Harus hati-hati mengambil porsinya. Makan tentu saja boleh, tapi cukup satu porsi. Misalnya saat makan siang Anda memilih sepotong daging rendang. Nanti malam jangan makan daging berlemak lagi, cukup konsumsi sayur dan sumber karbohidrat seperti nasi merah.

5. Kurangi camilan yang mengandung lemak trans

Saat Lebaran akan ada banyak hidangan yang menggiurkan, tapi harus bisa membatasi camilan yang biasanya kaya lemak trans. Dilansir dalam laman Health, contoh makanan mengandung lemak trans yakni kripik yang digoreng, krekers, biskuit, kukis, dan es krim.

Seringnya ketika makan camilan tidak terasa kenyangnya sampai sampai porsinya akan berlebihan, dan lemak trans sudah semakin menumpuk dalam tubuh. Maka itu, pilih camilan dari buah-buahan yang rendah lemak dan juga mengenyangkan sehingga lebih mudah dikendalikan jumlahnya. [Eva De]