Lokasi pembangunan SIT di Seginim

BENGKULU SELATAN, PB – Setelah peletakan batu pertama oleh Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah pada 22 Agustus 2017 lalu, pembangunan Sekolah Islam Terpadu (SIT) milik Yayasan Bengkulu Madani (YBM) terkesan mandeg dan terancam gagal.

Alasannya karena proses ganti rugi lahan yang rencananya akan dibangun SIT di Desa Dusun Baru Kecamatan Seginim belum selesai dan belum ketemu kata sepakat.

Ketua Yayasan Bengkulu Madani, Marhen Harjono menjelaskan bahwa permasalahan lahan ini bermula dari pihak yayasan membeli lahan milik Mastudi di Desa Dusun Baru. Namun, menurut Marhen, lantaran keterbatasan dana maka lahan tersebut baru dibayarkan uang muka (DP) sebesar Rp 46 juta dari harga tanah sebesar Rp 220 juta. Disepakati antara pemilik lahan dan pihak yayasan, jatuh tempo pelunasan lahan paling lambat akhir tahun 2017.

Permasalahan timbul ketika pihak Yayasan belum mampu melunasi lahan di akhir tahun 2017. Pihak Yayasan baru bisa mengumpulkan uang pada Maret 2018.

“Saat mau melakukan pelunasan pihak pemilik tanah menyampaikan bahwa harga tanah tidak sesuai lagi perjanjian awal. Jadi kalau mau beli tanah harga tanah berkisar 300 juta dengan luasan 3/4 Hektar. Dan uang DP hangus,” jelas Marhen Harjono.

Sambung Marhen, pihak Yayasan telah berulaya melakukan negosiasi dengan pemilik tanah namun pemilik tanah tetap bertahan untuk menaikkan harga dan menghanguskan DP.

“Kami akui ini keslaahan kami karena belum mampu bayar. Secara pribadi kalau memang ada denda,saya siapa bayar 10 juta aras keterlambatan bayar pelunasan ini. Karena kalau bener2 di batalkan kemana kami akan meletakkan material yang sudah terlanjur kami terima dan kami beli. Di atas lahan tersebut juga sudah dibangun pondasi,” kesal Marhen.

Marhen sangat menyayangkan jika seandainya pembangunan SIT di lahan tersebut batal. Karena sangat banyak masyarakat dan donatur yang akan kecewa. Apalagi saat ini nilai bangunan dan material yang ada di atas lahan tersebut sudah mencapai Rp 100 juta. Seperti pondasi pembangunan gedung serbaguna.

Selain itu pihak yayasan juga telah menerima bantuan dari donatur berupa Batu Bata sebanyak 50.000 buah, semen 800 sak, papan dan kayu 20 kubik, seng 30 kodi, upah buat tukang, meja kursi untuk 3 ruangan. Termasuk juga ada finatur yang menyumbang satu lokal untuk penginapan guru.

“Barang dan material sudah kami beli. Dan rencananya akan masuk habis lebaran ini. Harapan kita semua tentunya agar permaslahan ini cepat selesai dan ditemukan solusi terbaik. Karena malu kita pada masyarakat, pada donatur. Juga pada Plt Gubernur, Bupati dan FKPD Bengkulu Selatan yang hadir pada peletakan batu pertama dulu,” pungkas Marhen. [Apdian Utama]