Gusnan Mulyadi saat Panen raya bersama para petani

BENGKULU SELATAN, PB – Pasca OTT Bupati Bengkulu Selatan Non Aktif Dirwan Mahmud oleh Komisi Pemberantasam Korupsi, tapuk pimpinan Bengkulu Selatan dipegang Plt Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi. Berbagai harapan tertumpu kepada Plt Bupati dan jajarannya. Tak terkecuali harapan masyarakat di bidang pertanian.

Praktisi sekaligus pengamat pertanian Bengkulu Selatan, Marhen Harjono menyampaikan bahwa saat ini masyarakat tengah menanti gebrakan Gusnan Mulyadi di bidang pertanian. Marhen menilai bahwa selama ini perhatian pemerintah daerah di bidang pertanian belum maksimal.

“Di sektor pertanian, agar kiranya bener-bener serius diperhatikan, mulai dari hulu sampai hilir. Soalnya selama ini dibidang pertanian masih belum termaksimalkan,” jelas jebolan Magister IPB ini.

Menurut Marhen, beberapa Pekerjaan Rumah (PR) besar yang harus segera ditangani oleh Gusnan diantaranya konflik kepentingan penggunaan air irigasi antara petani sawah dan kolam air deras yang tak kunjung terselesaikan.

Selain itu Marhen juga mengingatkan beberapa janji politik Dirwan-Gusnan seperti percetakan sawah baru yang belum terealisasi. Serta janji Dirwan-Gusnan untuk mematok harga jagung sesuai standar nasional yakni Rp.3125/Kg.

“Setelah launching gerakan tanaman jagung, seolah-olah pemerintah berlepas tangan, harga jagung kering masih di bawah Rp 2600/Kg yang dahulunya oleh pemerintahan Dirwan-Gusnan akan menjanjikan standar harga jagung nasional berkisar Rp 3.125/Kg,” sampai Marhen.

Untuk itu dirinya berharap agar pemerintah daerah terus berupaya optimal dan maksimal dalam memajukan sektor pertanian di Bengkulu Selatan.

” Di bawah kepemimpinan tunggal Pak Gusnan ini kami selaku penggerak di bidang pertanian berharap betul agar kiranya dibidang pertanian ini dapat dioptimalkan. Mari kita gali potensi pertanian kita yang nantinya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Bengkulu Selatan,” pungkas Marhen. [Apdian Utama]