Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Indramawan

BENGKULU, PB – Kepolisian Resort (Polres) Kota Bengkulu terus melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penipuan bermodus arisan yang terjadi pada 2015 lalu.

“Kita terus melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penipuan dengan modus arisan yang di laporkan oleh warga Jalan Semangka, Kelurahan Lingkar Timur, Kota Bengkulu atas nama Fung Fung,” ujar Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Indramawan, Rabu (20/6).

Dijelaskan kasat, kasus penipuan tersebut berawal ketika korban mengikuti arisan yang di gelar oleh pelaku inisial Ch Warga Kelurahan Pasar Melintang, Kecamatan Teluk Segara pada September 2014 lalu. Dalam kasus dugaan penipuan tersebut, pelaku menawarkan arisan setiap bulan yang akan berlangsung selama 9 bulan dengan membayar 1 Juta rupiah setiap bulannya oleh korban.

Lantaran tergiur dengan jumlah uang yang akan didapat nanti, lantas korban mengikuti arisan tersebut dengan memasukkan tiga nama dengan jumlah uang yang harus di bayar dalam setiap bulannya sebesar 3 juta rupiah.

Setelah korban membayar arisan tersebut selama sembilan bulan dari September 2014 hingga Mei 2015 korban merasa curiga lantaran arisan tersebut diduga bermasalah, kemudian korban mendatangi rumah pelaku hendak menanyakan uang arisan tersebut.

Saat tiba di rumah pelaku, korban tidak mendapati pelaku di kediamannya, lantaran kesal saat dihubungi tidak bisa dan diduga telah kabur dengan membawa uang tersebut, korban langsung melaporkan ke Mapolres Bengkulu.

“Sementara, dari hasil penyelidikan diduga pelaku tidak hanya melakukan penipuan kepada korban saja dan temannya atas nama Devi, namun ada juga sekitar 16 orang warga yang menjadi korban lainnya dengan kerugian yang dialami sekitar Rp128 juta. Sementara korban mengalami kerugian sebesar Rp 27 juta. Dalam hal ini Ch yang telah di tetapkan sebagai DPO masih dalam pengejaran dan kita akan terus bersinergi dalam hal ini,” jelas Kasat. [Ardiyanto]