Wisatawan mancanegara ketika menikmati keindahan Bunga Rafflesia. Foto istimewa.

Siapa yang tak tahu dengan bunga yang satu ini? Ketenarannya bahkan sudah mendunia karena dikenal sebagai bunga terbesar yang pernah ada. Bunga Rafflesia saat ini tidak hanya menjadi ikon kota Bengkulu tetapi juga ikon Indonesia di kanca internasional.

Bahkan hingga saat ini, bunga Rafflesia sudah 25 tahun ditetapkan sebagai bunga nasional Indonesia. Penetapan tersebut sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto.

Bunga Rafflesia pertama kali ditemukan pada tanggal 20 Mei 1818 di hutan tropis Bengkulu tepatnya didekat Sungai pedalaman Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan. Sehingga Dunia mengenal Bengkulu sebagai The Land of Rafflesia atau Bumi Rafflesia.

Puspa langka yang juga tergolong marga Rafflesiaceae ini ditemukan dalam sebuah ekspedisi yang dilakukan oleh seorang ilmuan yang juga penjelajah alam bernama Dr. Joseph Arnold bersama pemandunya Sir Thomas Stamford Raffles yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Bengkulu. Kedua orang ini sangat takjub saat pertama kali melihatnya.

Dalam salah satu suratnya, Raffles menggambarkan penemuan ini sebagai penemuan yang fenomenal. “Penemuan paling penting selama perjalanan kami ini (ke Manna dan Kaur) ditemukan disini (di Pulo Lebar atau sekarang dikenal dengan nama desa Pino Raya); yaitu penemuan bunga raksasa, yang sangat sulit saya deskripsikan. Mungkin ini adalah bunga terbesar dan terindah di dunia, yang sangat berbeda dengan bunga-bunga lainnya yang pernah saya lihat dan tidak bisa saya bandingkan –karena ukurannnya yang luar biasa besar-“.

Selain bentuknya yang unik yang hanya berupa kuncup atau bunga mekar yang tidak memiliki batang, daun, dan akar sejati, bunga rafflesia juga menyimpan misteri dalam ilmu tumbuh-tumbuhan.
Karenanya untuk mengabadikan penemuan besarnya itu bunga rafflesia diberi nama Rafflesia Arnoldi yang merupakan gabungan dari nama kedua penemunya. Sayang, Dr Joseph Arnold terkena malaria dan meninggal dalam 2 hari melakukan ekspedisi tersebut. Sehingga penemuan puspa raksasa tersebut menjadi penjelajahan terakhirnya.

Keberadaan bunga Rafflesia Arnoldi masih dapat di jumpai di beberapa hutan lindung seperti di Kabupaten Kepahiang, Mukomuko, Seluma, Lebong, dan Bengkulu Selatan.

Salah satu tempat dimana bunga Rafflesia sering mekar adalah di kabupaten kepahiang, tepatnya di Liku 9, Hutan Lindung Taba Penanjung. Atau di kawasan hutan lindung Boven Lais, kabupaten Bengkulu Utara yakni sekitar 60 kilometer dari Kota Bengkulu.

Sayang, status konservasi Raffllesia menurut IUCN masuk dalam kategori terancam punah. Sehingga saat pemekarannya sangat dinanti nanti oleh para wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Bahkan mereka rela berjalan kaki sejauh berkilo-kilo meter ke dalam hutan hanya untuk menikmati keindahannya.

Tak heran jika Bunga Rafflesia sering dijadikan objek wisata oleh pemerintah kota Bengkulu. Namun sayangnya, dalam setahun puspa raksasa ini belum tentu mekar. Oleh karenanya ketika mekar bunga ini selalu menjadi sorotan.

Bunga Rafflesia tergolong parasit karena hidup menyerap nutrisi dari tanaman inangnya, yakni Tetrastigma (batang Liana), sejenis tumbuhan merambat dari keluarga anggur-angguran. Bunga ini disebut bunga raksasa karena ketika sedang mekar bisa mencapai 1 meter lebih dan beratnya 1 kg.

Tumbuhan ini hanya memiliki 5 mahkota dan lubang ditengahnya. Umurnya hanya berkisar 5 sampai 7 hari dan setalah itu layu dan mati. Persentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan. Proses itu pun harus dibantu oleh lalat atau serangga lain yang datang membuahi.

Meskipun bunga Rafflesia mengeluarkan bau busuk seperti bangkai, namun bunga rafflesia bukan tergolong jenis bunga bangkai. Hal ini terkadang membuat salah penafsiran di kalangan masyarakat kita.
Perbedaannya dapat kita lihat dari nama latin keduanya. Bunga Rafflesia memiliki nama latin Rafflesia sedangkan bunga bangkai memiliki nama latin Amorphophallus. Selain itu, dapat pula dilihat dari bentuknya, bunga bangkai adalah bunga raksasa yang memiliki tonggol (spadix), atau bagian menjulang tinggi ke atas.

Bagian pelindungnya yang mekar disebut braktea. Sedangkan bunga Rafflesia, merupakan bunga raksasa yang tidak menjulang tinggi, melainkan melebar ke samping. Memiliki lubang besar di tengah dan kelopaknya yang indah berwarna merah bata. Kedua bunga ini juga berasal dari marga atau keluarga yang berbeda, Rafflesia tergolong keluarga Rafflesiaceae dan Amorpophallus atau bunga bangkai berasal dari keluarga talas-talasan. Masing- masing dari mereka memiliki banyak jenis.

Chintya Lovenna, Komunitas Menulis Bengkulu