Para anggota DPD RI saat berfoto bersama Menteri Agama Lukman Hakim.

JAKARTA, PB – Setelah mendapatkan berbagai masukan, kritik dan saran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI atas penyelenggaraan ibadah haji tahun 2017, Kementerian Agama (kemenag) RI telah menyiapkan sejumlah inovasi layanan haji tahun 2018.

“Ada beberapa perubahan layanan yang memudahkan jamaah haji dalam menjalankan ibadahnya. Misalnya visa tidak lagi dicetak di Kedutaan Besar Arab Saudi, tapi di Kanwil Kemenag Provinsi asal jamaah haji. Termasuk proses kedatangan di Arab Saudi semua dibikin lebih ringkas. Ini inovasi sederhana, tapi menurut saya cukup penting bagi kenyamanan jamaah haji kita,” kata anggota Komite III DPD RI Riri Damayanti John K. Latief, kepada jurnalis, Selasa (5/6/2018).

Disamping itu, Riri menjelaskan, nomor porsi jamaah haji yang wafat pada tahun ini dapat dilimpahkan kepada istri/suami/anak kandung/menantu bila jamaah haji tersebut telah melunasi BPIH reguler serta periode wafatnya terjadi sejak 12 Maret 2018 kemarin hingga 15 Agustus 2018 mendatang.

“Dengan catatan jamaah hajinya belum masuk ke asrama haji. Karena kalau sudah masuk asrama haji, maka jamaah tersebut dianggap sudah menerima layanan haji dari Pemerintah,” urainya.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga SEMAKU ini menambahkan, dalam rencana Kemenag, jamaah haji kloter pertama akan diberangkatkan pada tanggal 17 Juni dan kloter terakhir 15 Agustus 2018. Sementara awal pemulangan akan berlangsung pada 27 Agustus dan akhir pemulangan 25 September 2018.

“Khusus di Bengkulu, kami sangat berharap agar kuota jamaah haji dapat ditambah seiring penambahan penduduk dan adanya penambahan sarana dan prasarana di Asrama Haji Bengkulu agar manasik dapat berjalan lebih efektif dan representatif mengingat daya tampung dan sarana serta prasarana yang ada saat ini tidak lagi memadai menampung antusiasme masyarakat yang semakin membesar untuk melaksanakan ibadah haji,” demikian Riri.

Untuk diketahui, masa pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) haji reguler tahap II telah ditutup pada Jumat (25/5/2018) lalu. Sebanyak 201.535 jamaah haji Indonesia sudah melakukan pelunasan. Sementara itu tersisa 943 kuota haji yang belum terlunasi.

Jamaah haji ini akan didampingi oleh 1.394 Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Komite III DPD RI akan melakukan pengawasan secara langsung terhadap proses pelaksanaan ibadah haji tahun 2018 ini. [Gayatri Sukarti]