Plt Gubernur Rohidin Mersyah saat berdialog dengan pedagang pasar saat melakukan kunjungan ke Pasar Panorama, Senin (4/6/2018).

BENGKULU, PB – Pelaksana Tugas (plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, bersama Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung, didampingi Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, Perwakilan Bulog dan beberapa Instansi, menggelar inspeksi ke Pasar Tradisional Panorama untuk memantau harga dipasaran yang sejak bulan suci ramadhan melonjak naik, Senin (4/6/2018).

“Tujuan kita mantau harga semua komoditas bahan pokok dan kita temukan dalam kondisi sekarang sudah stabil. Bahkan ada komoditas yang turun dibandingkan awal Ramadan,” ujar Rohidin.

Data terhimpun dari hasil pantauan lapangan, ditemukan sejumlah kebutuhan pokok menurun dibandingkan saat jelang Ramadan. Diantaranya harga daging ayam Rp37.000 per kilo, daging sapi Rp120.000 per kilo, bawang merah Rp36.000, bawah putih Rp20.000 dan harga telur Rp42.000 per karpet.

“Saya harap kondisi harga yang cenderung stabil ini dapat terjaga dan juga dapat dirasakan masyarakat di Kabupaten lainnya. Sehingga tidak menimbulkan konflik hingga menjelang lebaran Idul Fitri 1439 H,” paparnya.

Dalam kunjungan Rohidin ke pasar Panorama, sontak para pedagang secara langsung menyampaikan keluhan terkait besaran setoran yang harus mereka bayar. Lantas Rohidin menyampaikan akan menelusuri dugaan tersebut dengan siapa uang yang disetor dan berapa kisaran yang harus dibayar oleh pedagang.

“Kita akan telusuri polemik ini, apakah merupakan persoalan bagi pedagang berjualan di luar. Kita akan koordinasikan dengan walikota agar segera ditangani. Dan jika benar kita akan tindak tegas,” tegas Rohidin.

Selain itu, Rohidin prihatin lantaran banyaknya lapak dagang di sepanjang jalan Kedondong dan Jalan Salak sehingga menyebabkan masalahan bagi kendaraan yang lewat. Permasalahan ini dinilai sangat krusial di mana pedagang meluap di luar pasar, sedangkan di dalam pasar masih banyak ruang kosong.

“Sudah ribuan pedagang yang berjualan di pinggir jalan dan pembeli di bagian dalam pasar terhitung sepi karena semuanya di luar. Dan ini menyebabkan akses jalan sering terhambat, jalan jadi rusak,” ungkap Rohidin.

Ikut serta turun ke pasar, Kapolda Bengkulu Briigjend Pol Coki Manurung bersama jajarannya.

Lanjut Rohidin dalam operasi ini dirinya menyampaikan bahwa masukan yang didapat selanjutnya akan menggelar pertemuan dengan Kepala Pasar untuk mencari akar permasalahan Pasar Panorama.

“Tadi sudah dikasih saran oleh pak Kapolda, Kapolresta, Walikota untuk nanti kita bertemu dulu dengan kepala pasar, coba didata dulu pedagang termasuk kesiapan infrastruktur jalan. Tapi ini tidak bisa kita biarkan dan untuk menertibkan pedagang ini tidak mudah. Karena harus butuh kesadaran dari semua pihak, tanggung jawab semua pihak, nanti coba kita pikirkan dulu, kita rencanakan dulu,” pungkasnya. [Mey Borjun]