Kasi Pidsus Kejari Bengkulu, Oktalian

BENGKULU, PB – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu bakal memberikan tuntutan lebih berat kepada tiga terdakwa korupsi PT Bengkulu Mandiri (BM) Jika tak berniat baik mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 800 Juta.

Para terdakwa dalam korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut adalah HY, MJ dan OS.

“Kalau tidak ada itikad baik pengembalian uang kerugian negara, secara otomatis kita kenakan pasal 2 ayat 1 dengan hukuman pidana seumur hidup atau pidana paling singkat 4 tahun penjara dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta rupiah dan paling banyak 1 Miliar,” ujar Kasi Pidsus Kejari Bengkulu, Oktalian, Senin (4/6).

Pihak Kejari berharap kepada terdakwa agar uang kerugian negara dikembalikan. Apabila kerugian negara dikembalikan maka akan ada pertimbangan dari tim JPU untuk melakukan penuntutan pada para terdakwa.

“Kami dari tim JPU sampai hari ini belum ada tangggapan serius dari terdakwa, dalam hal untuk pengembalian uang kerugian negara kurang lebih Rp800 juta dari kasus korupsi PT BM . Apabila nanti dari fakta persidangan apabila tidak ada pengembalian ya kita kenakan pasal 2 itu,” tegas Oktalian.

Untuk diketahui, penyidikan kasus dugaan korupsi penyertaan modal dari dana APBD Provinsi tahun 2006-2007 sebesar Rp 28 miliar kepada PT. BM mulai diusut Kejari Bengkulu tahun 2014.

Aliran dana Rp 28 miliar diterima PT BM sebanyak dua tahap. Tahap pertama tahun 2006 sebesar Rp 2,5 miliar. Tahap kedua Rp 25,5 miliar.

Dana penyertaan modal tersebut diketahui digunakan untuk kerjasama dengan pihak ketiga, salah satu dengan CV. Kinal Jaya Putra yang bergerak di bidang pemecah batu sebesar Rp 1 miliar.

Meski uang itu sudah melalui tahap uji kelayakan oleh tim penilai, Namun uang dipinjamkan tanpa adanya jaminan dan akhirnya tidak ada kejelasan kemana larinya uang tersebut sampai saat ini. [Ardiyanto]