Calon Walikota dan Wakil Walikota David-Bakhsir saat menunjukkan kontrak politik dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Posko Pemenangan David-Bakhsir Padang Jati, Kota Bengkulu, Selasa (12/6/2018).

BENGKULU, PB – Menjelang Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwakot) Bengkulu pada penghujung Ramadan ini pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu David – Bakhsir menyampaikan kontrak politik dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Posko Pemenangan David-Bakhsir Padang Jati, Kota Bengkulu, Selasa (12/6/2018).

Dalam penyampaian kontrak politik ini, David-Bakhsir didampingi oleh Tim Advokasinya Dehira Dasuardi, tokoh masyarakat Bengkulu Ahmad Kenedi, perwakilan pengusaha Bengkulu Syafrie Syarif dan beberapa perwakilan masyarakat lintas profesi lainnya.

Diungkapkan David Suardi saat menyampaikan kontrak politiknya mengatakan bahwa masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat secara umum diharapkan bisa menjadi pengawas untuk kontrak politik yang mereka buat.

“Masyarakat, ASN dan pengusaha Kota Bengkulu diharapkan dapat melakukan pengawasan terhadap kontrak politik ini,” ujar David.

Dilanjutkan David, bila pemerintahan Kota Bengkulu bersih dan perjuangkannya dapat terwujud, maka pembangunan fisik dan pembangunan manusia Kota Bengkulu akan terwujud secara maksimal.

“Pada intinya masyarakat dapat berperan serta membantu upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, maka kami akan memfasilitasi peran serta masyarakat ini semaksimal mungkin dengan cara mendirikan Sentra Layanan Pengaduan Masyarakat terhadap tindak pidana korupsi,” kata David.

Penandatanganan kontrak politik ini berjalan aman dan kondusif.

Kontrak politik yang disampaikan dalam konferensi pers ini antara lain:
1. Semua proyek pemerintah yang didanai oleh APBD/APBN dan sumber dana lainnya dipastikan kepada seluruh pengusaha Kota Bengkulu bahwa kami tidak akan pernah meminta atau menerima fee dalam hal keproyekan tersebut.
2. Oknum ASN di bawah kami yang terbukti melakukan KKN, maka kami akan segera menonjobkan oknum tersebut dan kami akan sepenuhnya mendukung proses penegakkan hukum terhadap mereka, secara administrasi kami akan mengajukan proses pemecatan oknum tersebut sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
3. Berjuang secara sungguh-sungguh untuk memanfaatkan semua sumber daya yang ada untuk kepentingan masyarakat Kota Bengkulu, bukan untuk memperkaya diri sendiri, kelompok atau golongan tertentu.
4. Rekrutmen ASN yang selama ini menjadi isu rawan KKN dan permainan uang dipastikan tidak akan pernah terjadi selama kepemimpinan kami.
5. Proses rekrutmen jabatan dan mutasi dipastikan hanya karena faktor kebutuhan, kepantasan profesionalitas dan berbasis kompetensi, dijamin tidak ada permainan uang dalam proses tersebut dalam bentuk apapun.
6. Jika kami secara nyata terbukti melanggar kontrak politik ini maka kami siap mengundurkan diri dari jabatan tanpa harus menunggu proses hukum.

Dilain sisi Ahmad Kenedi yang juga hadir turut menandatangani kontrak politik yang dibuat David-Bakhsir sebagai saksi.

“Ini moment yang sangat baik, dalam perjalanan demokrasi kita, saya dengan kapasitas sebagai tokoh masyarakat, saya akan turut menandatangani, dan menyaksikan kontrak politik pasangan David dan Bakhsir,” ujar Ahmad Kenedi sebagai tokoh masyarakat yang akrab di sapa sebagai Bang Ken.

Hadir dalam penandatanganan kontrak politik ini sejumlah tokoh politik.

Pada kesempatan ini Bang Ken juga mengungkapkan harapannya kepada pasangan ini untuk membuat perubahan di Kota Bengkulu.

“Harapannya ini bisa menjadi spirit kita, ini spirit kebersamaan David-Bakhsir dan menjawab apa yang diinginkan masyarakat. Mudah-mudahan dengan kontrak ini, akan menjadi Ruh dalam perjalanan menuju perubahan ke arah yang baik dan harapan bisa membangun kepercayaan masyarakat atas cita-citanya untuk merubah Kota Bengkulu menjadi daerah yang maju dan berkembang,” tutup Bang Ken. [Deni Dwi Cahya]