David Suardi

BENGKULU, PB – Tahapan perekrutan bakal calon legislatif (caleg) mulai dilakukan besok Rabu (4/7/2018). Calon walikota Bengkulu 2018-2023 David Suardi telah memastikan bahwa ia akan ikut serta sebagai caleg dalam Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019 mendatang.

Namun dalam memilih perahu, David mengatakan masih melakukan penjajakan ke sejumlah partai politik. Ia telah melakukan komunikasi politik dengan Partai Hanura, Demokrat, PKS dan PAN.

“Nanti akan diputuskan sebelum masa pendaftaran ditutup. Intinya semua partai menyambut baik ikhtiar yang akan kami lakukan untuk menghadapi momen pemilihan legislatif 2019 mendatang,” kata David setelah bersilaturahmi dengan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perempuan Amanat Nasional (PUAN) Bengkulu, Hj Asmiar Amir, Selasa (3/7/2018).

Selain mempertimbangkan perahu, David juga mempertimbangkan apakah akan maju ke tingkat nasional atau Provinsi Bengkulu. Menurutnya, 29.613 suara yang berhasil ia raih bersama pasangannya Bakhsir dalam Pemilihan Walikota (Pilwakot) 2018 kemarin merupakan pemilih potensial dalam suksesi Pileg 2019 tersebut.

“Perjuangan ini belum usai. Gagasan politik yang kita bawa saat Pilwakot juga bisa direalisasikan dan dikombinasikan melalui kursi legislatif. Safari politik ke partai-partai yang kami lakukan untuk memilih yang paling tepat dalam melaksanakan visi misi kami saat maju nanti,” ungkap David.

Sementara Ketua DPW PUAN Bengkulu, Hj Asmiar Amir, mengungkapkan, PAN tentu akan menyambut baik bila David Suardi bergabung bersama partai berlambang matahari terbit ini.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPD PAN Kota Bengkulu itu menilai, visi misi politik David-Bakhsir tentang semangat mewujudkan pemerintahan bersih, pemberdayaan usaha kecil menengah, penataan infrastruktur yang baik dan pro rakyat, mewujudkan pendidikan yang berkualitas, murah dan berkeadilan serta program-program lainnya adalah program-program perjuangan PAN.

“PAN terbuka terhadap semua sosok yang memiliki semangat kerakyatan. Karena itu dalam setiap Pemilihan Kepala Daerah langsung di Kota Bengkulu maupun di Provinsi Bengkulu, PAN selalu mendapatkan tempat di hati rakyat,” kata Hj Asmiar Amir.

Ketua Umum Forum Silaturahmi Antar Pengajian (FORSAP) Kota Bengkulu ini optimis, PAN akan menjadi pemenang dalam Pemilu 2019 di Bengkulu setidaknya karena tiga hal.

Pertama, karena karya nyata Helmi Hasan dalam pembangunan Kota Bengkulu selama lima tahun menjabat sebagai walikota 2013-2018. Kedua, karena PAN memiliki basis pendukung militan yang royal terhadap partai.

“Kemenangan PAN di banyak Pilkada serentak 2018 se Indonesia adalah cerminan keinginan rakyat untuk mendukung PAN jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Ketiga, Hj Asmiar Amir menambahkan, adanya kemungkinan penerapan kebijakan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) berlaku secara nasional. Menurutnya, PAN sebagai partai dengan nafas nasionalis religius merupakan partai paling potensial untuk meningkatkan perolehan suaranya dalam Pemilu 2019.

“Partai-partai nasionalis murni tentu akan mendapatkan tantangan berat untuk lolos dalam Pemilu 2019 karena datangnya partai-partai baru yang juga memiliki karakteristik politik yang sama,” demikian Hj Asmiar. [Rudi Nurdiansyah]