Ketua Apindo Bengkulu M Basri Muhammad.

BENGKULU, PB – Kalangan pengusaha menilai lambatnya perkembangan dunia usaha dan bisnis di Provinsi Bengkulu disebabkan karena ruwetnya birokrasi.

Hal ini diungkapkan M Basri Muhammad, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bengkulu saat ditemui Pedoman Bengkulu disela-sela aktivitasnya.

“Sistem birokrasi telah menghambat perkembangan dunia usaha,” ungkap Basri baru-baru ini.

Menurut Basri, sebenarnya ada tiga kendala yang menjadi masalah pokok bagi para pelaku dunia usaha di Bengkulu, diantaranya adalah Birokrasi, Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Yang paling pokok dan utama itu adalah birokrasi. Ya, mungkin menurut kita memang seharusnya seperti itu, tapi apabila kita bandingkan dengan negara lain, ya sangat jauh,” jelas Basri.

Dilanjutkan Basri, bahwa selain masalah birokrasi, faktor infrastruktur dan keberadaan SDM juga sangat berpengaruh.

“Infrastruktur juga berpengaruh, baik infrastruktur jalan, listrik, air, telekomunikasi, dan lain-lain. Begitu juga SDM di Bengkulu ini juga masih minim,” imbuhnya.

Namun, menurutnya saat ini pemerintah sedang berusaha mengurangi berbagai permasalahan tersebut sebagai dukungan sektor usaha di Provinsi Bengkulu.

“Tapi sekarang provinsi dan kabupaten kota sedang mempersiapkan sektor tersebut. Kita sedang meningkatkan komunitas daerah yang bisa kita ekspor misalnya barang yang sudah jadi. Itu akan menjadi nilai tambah yang bisa dirasakan oleh petani, peternak, masyarakat secara umum,” tutupnya. [Deni Dwi Cahya]