Lokasi ternak kambing yang disantap Harimau di Dusun Dusun Talang Sebat Desa Talang Sebaris Kecamatan Air Periukan.

SELUMA, PB – Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Langsung turun kelokasi teror Harimau Sumatera di Dusun Dusun Talang Sebat Desa Talang Sebaris Kecamatan Air Periukan, Rabu (25/07/2018).

Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Bengkulu, Darwis Saragih mengatakan, Petugas tim penanggulangan satwa sudah meluncur ke lapangan untuk melakukan identifikasi jenis Harimau yang dilaporkan sudah memakan kambing milik warga itu.

“Petugas sudah turun untuk identifikasi jejak kaki, nantinya bisa kita ketahui apakah itu harimau atau macan dahan, “Kata Darwis.

Menurutnya, jika yang memakan ternak warga tersebut harimau, dipastikan itu harimau remaja yang sedang belajar berburu. Pasalnya, kambing yang diterkamnya tersebut dilepas dan tidak mati.

“Nanti kita ambil langkah-langkah konflik harimau disana. Karena di desa Talang Sebaris termasuk lokasi konflik harimau, yang bisa berulang kali terulang. Hasil cek TKP akan kita bahas bersama besok di kantor untuk menentukan langkah-langkah penanggulangan, “Jelas Darwis.

Desa Talang Sebaris ini jaraknya sekitar 2 kilo meter dari Hutan Taman Buruh Semidang Bukit Kabu. Dengan itu BKSDA menyarankan ada kepedulian dari masyarakat.

“Masyarakat selalu diharapkan ikut berperan aktip selamatkan satwa.
Kepedulian untuk tidak dilakukan pembakaran kebun yang bisa keluarnya habitat, dan jangan memancing harimau dengan membuat kandang didalam Hamring,” sambung Darwis.

Sebelumnya, salah satu warga Dusun Talang Sebat Desa Talang Sebaris Kecamatan Air Priukan Kabupaten Seluma, Bengkulu melaporkan kambing miliknya mati diterkam Harimau. Pada Senin malam (23/07/2018).

“Menurut pengakuan warga bernama Wely, yang saat itu sedang berada di kebun miliknya mendengar suara gaduh dari kandang miliknya, saat di intip betapa terkejutnya Wely ketika mendapati kambing miliknya dalam terkaman Harimau yang di ketahui berwarna tutul-tutul,” kata Kades Talang Sebaris Yun Maryati kepada wartawan.

Akibat kejadian ini satu ekor kambing milik Wely mati dan di kuburkan di sekitar kebunnya sendiri.

Sementara itu mendengar informasi ini warga langsung menghentikan aktifitas menyadap karetnya di kebun, lantaran khawatir bertemu Harimau dan menjadi sasarannya.

Kepala Desa setempat juga meminta kepada warganya untuk lebih waspada dan berhati-hati dengan kemunculan Harimau di sekitar Desanya.

“Ia meminta warga untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa melukai atau menyakiti Harimau tersebut dan bisa menimbulkan kemarahannya tetapi menyerahkannya kepada pihak terkait (BKSDA Seluma) untuk segera menindak lanjuti hal ini,” tandasnya. [Sepriandi]