Jalan Desa mulai dibangun secara bertahap

REJANG LEBONG, PB – Terhitung sejak pertama kali program Dana Desa mulai di kucurkan oleh Pemerintah Pusat tahun 2015 lalu, Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang hingga saat ini masih terus melakukan pembenahan secara bertahap di berbagai sisi sarana Infrastruktur Desa, mulai dari jalan, drainase, irigasi hingga sarana bangunan kantor Desa.

Pasalnya, dengan kondisi tanah yang kaya akan unsur hara serta mayoritas warga berprofesi sebagai petani, desa yang sangat terkenal sebagai Desa penghasil gula aren ini memang sangat membutuhkan pengembangan Infrastruktur. Khususnya infrastruktur jalan usaha tani dan jalan lingkungan.

“Seperti Bapak lihat sendiri, masih sangat banyak titik ruas jalan yang harus kita tingkatkan. Khususnya jalan jalan menuju areal perkebunan,” ujar Wahyono, Kepala Desa Air Meles Atas, Rabu (4/7).

Dilanjutkan Wahyono, pada tahun 2018, melalui rapat pra pembangunan warga telah sepakat untuk menggunakan Dana Desa untuk melakukan pembukaan jalan baru yang langsung dilakukan pengerasan jalan sepanjang 832 meter, mulai dari Dusun 1 ke Dusun 2.

“Selain itu, Dana Desa tahun ini kita juga membangun drainase jalan,” ujar Wahyono.

Lain halnya dengan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2018. ADD desa yang memiliki 724 Kepala Keluarga dan 3000 jiwa ini justru dipergunakan untuk mempercantik bangunan Kantor Desa yaitu dengan membangun pagar kantor desa dan pengadaan moblair kantor desa.

“Ada juga sebagian kecil ADD tahun ini yang kita gunakan untuk membuat drainase jalan di dusun 6,” ujar Wahyono.

Kendati proses pembangunan berjalan lancar, namun Wahyono tetap mengakui jika selama proses pelaksanaan program DD dan ADD di desa yang di pimpinnya tersebut terdapat kendala yaitu berupa susahnya mencari tenaga kerja yang akan dilibatkan dalam setiap pengerjaan.

“Desa kami ini memang terlihat kecil. Namun, Warga disini hampir bisa di bilang minim pengangguran. Sehingga sangat susah mencari warga yang mau ikut serta bekerja dalam pelaksanaan pembangunan fisik infrastruktur,” ujar Wahyono.

Terlepas dari itu, Wahyono mewakili Warga Desa Air Meles Atas mengaku sangat menginginkan adanya pembangunan sarana olahraga dan melakukan pengelolaan pengepulan gula aren dalam pemberdayaan Bank Usaha Milik Desa (BumDes).

“Memang dari dulu warga pengen sekali punya gedung sarana olehraga. Tetapi, kami tidak memiliki lahan yang cukup untuk membangunnya. Inilah kendala kami pak,” tutup Wahyono. [Ifan Salianto]