Pembangunan jalan poros penghubung antar desa

REJANG LEBONG, PB – Di tahun ke empat dikucurkannya program Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) oleh Pemerintah Pusat tahun anggaran 2018 dimanfaatkan secara maksimal oleh Desa Batu Panco Kecamatan Curup Utara untuk menata tata letak Desa yang terkenal sebagai salah satu Desa penghasil padi dan Palawija ini.

Tak hanya itu, Desa yang berpenduduk 1668 jiwa dan memiliki 934 Kepala Keluarga (KK) ini juga diketahui tengah melakukan pembukaan jalan poros penghubung antar Desa sekaligus sebagai Jalan Usaha Tani (JUT) menuju ke lokasi persawahan dan perkebunan Warga.

“Tata letak Desa yang baik akan sangat membantu kami untuk mempermudah pengelolaannya. Khususnya disegi keamanan,” ujar Jauhari SE, Kepala Desa Batu Panco, Selasa (10/7).

Dikatakan Jauhari, tahun anggaran 2018 melalui program DD dan ADD, pihaknya melakukan sejumlah kegiatan pembangunan fisik Infrastruktur. Diantaranya, ADD tahun 2018 dialokasikan untuk perehaban pagar Tempat Pemakaman Umum (TPU), pembuatan Halte serta membuat bangunan Gapura baru di TPU Desa setempat.

Sedangkan, DD tahap pertama 2018 dialokasikan untuk pembuatan jalan usaha tani jenis Lapen sepanjang 224 meter.

“DD tahap kedua juga dialokasikan untuk pembangunan jalan jenis Lapen sepanjang 75 Meter serta pembukaan jalan baru sekaligus pengerasan sepanjang 434 meter berikut sejumlah pelapis tebing yang nantinya akan menjadi jalan poros penghubung antara Desa kami ke Desa Batu Dewa. Jalan ini juga merupakan jalan usaha tani menuju lahan perkebunan. Jika tidak ada halangan, jalan ini nantinya akan diteruskan kembali pembangunannya menuju ke areal persawahan Warga,” papar Jauhari.

Ditambahkan Jauhari, di Desa yang memiliki 934 Kepala Keluarga (KK) dan 1668 jiwa ini mayoritas warganya berprofesi sebagai petani palawija dan petani padi. Sejak dikucurkannya program ADD dan DD tahun 2015 lalu, taraf ekonomi Warga menunjukkan peningkatan secara signifikan.

“Jika dulu Warga harus mengeluarkan biaya yang mahal hanya untuk mengeluarkan hasil panen dari kebunnya, maka sekarang mereka tidak lagi harus mengeluarkan biaya tinggi saat panen tiba. Sehingga, secara otomatis, penghasilan para petani bertambah karena biaya atau ongkos angkut menjadi murah. Nah jika begitu, taraf ekonomi Warga juga meningkat,” ujar Jauhari.

Disisi lain, Jauhari juga menekankan kepada Warga agar bangunan hasil pembangunan yang ada di Desa agar dipelihara dan dirawat dengan baik. Sehingga, kondisinya tetap terjaga dalam kurun waktu yang lama dan bisa memberikan asas manfaat yang positif kepada Warga itu sendiri.

“Untuk saat ini, BUMDes Batu Panco mengelola bidang usaha simpan pinjam dan penyewaan alat alat tarub,” ujar Jauhari. [Ifan Salianto]