Jalan Sentra Produksi antara pemukiman Warga menuju lokasi perkebunan.

REJANG LEBONG, PB – Minimnya akses jalan antara permukiman Warga Desa Suka Datang Kecamatan Curup Utara menuju ke lokasi Perkebunan membuat Warga setempat mengalami kesulitan saat akan mengeluarkan hasil bumi tanaman di kebun yang mereka garap.

Tentu kondisi ini membuat tingginya biaya atau upah angkut yang harus dikeluarkan oleh para Petani setiap kali musim panen datang.

“Akibat upah angkut yang tinggi itu, otomatis penghasilan yang di dapat Petani di Desa ini juga menjadi jauh berkurang. Sedangkan, dari 334 Kepala Keluarga dan 1645 jiwa Warga disini mayoritas berprofesi sebagai petani dan sebagian kecil lagi buruh,” ujar Jamil, Kepala Desa Suka Datang, Selasa (10/7).

Atas dasar kondisi inilah, sambung Jamil, Warga akhirnya sepakat saat pelaksanaan Musyawarah Desa dalam rapat Pra Pembangunan 2018 untuk memberdayakan program Pemerintah Pusat yaitu Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) untuk membuat infrastruktur jalan. Khususnya, jalan Sentra Produksi antara pemukiman Warga menuju lokasi perkebunan.

“Alhamdulilah semua pekerjaan pembangunan berjalan dengan lancar. Warga juga tampak antusias saat ikut serta dilibatkan dalam pelaksanaan pekerjaan,” ujar Jamil.

Dijelaskan Jamil, tahun anggaran 2018 ini, Dirinya beserta Warga memanfaatkan ADD untuk melakukan pembukaan Jalan Sentra Produksi sepanjang 1.046 Meter.

Sedangkan DD dimanfaatkan untuk membuat jalan jenis perkerasan sepanjang 1.828 Meter dan pembuatan 1 unit Pelapis Tebing.

“Saat ini, pengerjaan masih berjalan. InsyaAllah akan tuntas dan selesai tepat waktu pak,” ujar Jamil.

Dilain sisi, Jamil mengatakan, dikucurkannya program DD dan ADD ini sangat membantu Warga dalam menuntaskan permasalahan mahalnya biaya angkut untuk mengeluarkan hasil bumi yang telah bertahun tahun terjadi.

“Jika kita menunggu alokasi dana dari APBD maupun APBN untuk membangun jalan ini rasanya sangat kecil kemungkinannya. Sebab, nilai APBD maupun APBN Provinsi Bengkulu masih sangat kecil, sementara daerah yang mau dibangun sangat banyak. Untungnya, ada program DD dan ADD ini, sehingga keinginan kami untuk membangun jalan sentra produksi ini bisa cepat tercapai,” ujar Jamil.

Kendati demikian, Jamil mengakui jika hingga saat ini masih sangat dibutuhkan sejumlah kegiatan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi perangkat maupun Warga Desa, khususnya dalam hal pengelolaan DD dan ADD.

Sehingga, kedua program tersebut dapat benar benar terealisasi dengan baik dan memberikan asas manfaat bagi kepentingan peningkatan ekonomi Warga.

“Khususnya pelatihan dalam pembuatan bangunan infrastruktur. Seperti membuat jalan, gedung, irigasi maupun drainase jalan serta pelatihan soal pemahaman aturan aturan hukum yang ada dan terkandung dalam pelaksanaan DD dan ADD ini,” ujar Jamil. [Ifan Salianto]