Warga tampak mengisi BBM jenis premium dengan jeriken plastik, Kamis (12/7/2018).

REJANG LEBONG, PB – Kendati Pemerintah dan PT Pertamina (persero) serta terus berupaya melakukan sosialisasi Peraturan Presiden nomor 191/2014 agar Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilarang untuk menjual premium dan solar kepada Warga menggunakan jerigen dan drum untuk dijual kembali ke konsumen, ternyata di Kabupaten Rejang Lebong pemandangan petugas SPBU yang melayani pembelian menggunakan jerigen masih terus terjadi.

Bahkan, di SPBU yang terletak di jalan lintas Curup – lubuk linggau, tepatnya di kelurahan Simpang Nangka kecamatan Selupu Rejang ini, kondisi pelayanan pembelian menggunakan jeriken itu terjadi setiap hari, terhitung dari jam buka pelayanan hingga tutup pelayanan.

Nasrul (42), Warga setempat yang bersomisili tepat diseberang lokasi SPBU tersebut menceritakan, SPBU simpang nangka biasa buka pelayanan pada pukul 06.30 WIB dan tutup pada pukul 16.00 WIB.

Setiap hari, setidaknya ada puluhan Warga yang datang membeli BBM jenis premium, petralite dan solar menggunakan jeriken. Bahkan, tak jarang ada warga yang bolak balik mendatangi SPBU itu membeli BBM menggunakan jerigen yang di bawa menggunakan kendaraan bermotor roda dua.

“Wah ini sudah bisa kok pak. Setiap hari pasti ada puluhan yang beli pakai jerigen. Coba bapak lihat sendiri, malah ada Warga yang sengaja membawa mobil berisikan belasan jerigen di dalamnya. Nah secara bergantian jeriken itu diisi oleh petugas di tempat pengisian Premium untuk motor maupun mobil,” ujar Nasrul, Kamis (12/7/2018).

Terkadang, sambung Nasrul, Warga yang membeli BBM hanya untuk kendaraannya terpaksa mengantri lama lantaran petugas sering mengutamakan Warga yang membeli pakai jeriken.

“Warga yang beli pakai Jeriken itu ya tidak lain adalah warga yang menjual premium, petralite dan solar secara eceran di tepi jalan,” ujar Nasrul.

Sementara itu, Kisel (21), pengendara motor yang sedang antri di SPBU tersebut saat di wawancarai mengaku kerap kesal dengan prilaku petugas yang lebih mengutamakan untuk melayani pembelian jerigen.

“Saya setiap hari melintas di jalan ini karena tempat saya bekerja berada di kawasan Danau Mas Harun Bastari. Nah SPBU ini satu – satunya SPBU yang ada di sepanjang jalur lintas ini. Makanya, jika saya mengisi BBM motor saya ya harus disini. Tetapi lihatlah pak, saya harus antri lama karena petugasnya sibuk melayani pembelian jeriken,” ujar Kisel.

Selain itu, sambung Kisel, tak jarang stok premium habis di SPBU tersebut. Padahal, jam pelayanan masih panjang.

“Sering juga saya ngisi BBM jenis Premium di SPBU ini habis pak. Padahal baru pukul 12.00 WIB. Ya mungkin habis dibeli oleh penjual eceran yang beli pakai jeriken. Lihat saja pak, malah ada yang bolak balik ngunjal jeriken pakai motor,” ujar Kisel.

Anehnya lagi, kata Kisel, kondisi ini dibiarkan pak. Baik oleh aparat hukum maupun Pemerintah setempat. “Padahal, jika mereka melakukan pengecekan secara mendadak setiap hari, pasti mereka akan melihat langsung kondisi ini. Malah, sering juga saya lihat aparat hukum yang ikut antri ngisi bensin. Tapi kok mereka diam saja ya pak,” ujar Kisel.

Sayangnya, hingga berita ini dilansir, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Rejang Lebong belum berhasil di konfirmasi lantaran sedang tidak berada di tempat. [Ifan Salianto]