Ahmad Jaingat mengucapkan sumpah jabatan, Selasa (10/7/2018)

BENGKULU, PB – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu menggelar Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bengkulu, Selasa (10/7).

Rapat ke VIII, sidang ke II, tahun sidang 2018 tersebut, dalam rangka pengucapan sumpah jabatan oleh Ahmad Jaingat Sijabat S. Sos sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Magdaliansi dari Fraks Partai Golkar.

Dalam sidang yang di pimpin Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Yudi Darmawansyah, diawali dengan pembacaan aturan PAW.

“Berdasarkan regulasi pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota adalah UU 23 Tahun 2014, PP 16 Tahun 2010, PKPU 22 Tahun 2010, PKPU 03 Tahun 2011 dan PKPU 02 Tahun 2016,” kata Yudi

Dijelaskan Yudi, tahapan Pemberhentian Antar Waktu Anggota DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/kota diatur dalam Pasal 139 UU 23 Tahun 2014 dan Pasal 193 UU 23 Tahun 2014.

Selanjutnya dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan dan penandatanganan Surat Keputusan PAW serta penyematan tanda jabatan oleh pimpinan Sidang.

Dalam kesempatan ini M. Husni, Asisten III pemerintahan kota Bengkulu beserta jajaran mengaturkan selamat atas dilantiknya Ahmad Jaingat Sijabat S. Sos. selaku anggota DPRD Kota Bengkulu.

“Untuk itu saya atas nama pemerintah kota Bengkulu beserta jajaran mengucapkan selamat kepada anggota DPRD yang baru saja dilantik, untuk mengisi kekosongan jabatan anggota DPRD Kota Bengkulu,” ujar Husni

Husni berharap, Bapak Ahmad Jaingat dapat mengemban tugas dan amanah serta tanggung jawab sebagai wakil rakyat.

“Harapan saya, dengan dilantiknya Anggota DPRD PAW ini dapat bekerjasama dengan baik ke semua pihak. Dengan intruksi, kreasi dan inovasi yang di terapkan dapat menjalankan tugas dan memperkuat kinerja lembaga legislatif untuk membangun Kota Bengkulu untuk kedepannya menjadi lebih baik,” harapnya.

Pantauan Pedoman Bengkulu, rapat ini dihadiri oleh unsur Pemeritahan Kota Bengkulu, Kapolres, Dan Dim 0407, Tim Ahli DPRD, Anggota KPU, Panwaslu, Ketua DPD Golkar serta pejabat lainya. Namun ada 10 anggota undangan rapat yang tidak menghadiri rapat tersebut tanpa alasan. [Ardiyanto]