PedomanBengkulu.com, Seluma – Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma menggelar rapat bersama terkait rencana advokasi kampanye massal imunisasi campak dan rubella, Selasa (31/07/2018).

Rapat yang digelar di ruang rapat Bupati Seluma ini, menghadirkan unsur TNI, Polri, Organisasi tenaga medis, MUI dan Organisasi Guru.

“Kampanye ini adalah kegiatan transisi vaksin campak dan Rubella dilaksanakan secara massal dan secara nasional,” kata Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma Fahrozan.

Dibutuhkannya kerjasama berbagai pihak kata dia, karena kegiatan Imunisasi akan dilaksanakan secara massal, sedangkan tenaga medis masih sangat terbatas.

“Karena sumber daya yang rendah memicu kami untuk melibatkan berbagai pihak. Target kita lebih dari 51 ribu, sedangkan tenaga kesehatan hanya ada 417 dan tidak mungkin semuanya bisa melaksanakan kegiatan itu karena ada tugas rutin,” jelasnya.

Dari jumlah tenaga kesehatan sebanyak 417 tambah dia, hanya 220 saja yang boleh ikut melakukan imunisasi. Para tenaga medis ini nantinya akan ditraining ulang sebelum dimulainya kegiatan imunisasi massal tersebut.

“Tujuan kita untuk mendapatkan dukungan dari aparat Kepolisian, TNI dan media,” tambahnya.

Pihaknya juga meminta bantuan kepada MUI untuk menjelaskan kepada masyarakat terkait bahwa imunisasi dibenarkan dalam agama dan tidak haram. Juga kepada TNI, Polri serta Guru akan bekerjasama mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi bagi kesehatan anak.

“Banyak yang beranggapan imunisasi itu haram, padahal itu sudah ada fatwa MUI menyatakan imunisasi boleh, tidak haram,” tegasnya.

Sementara itu, Waka Polres Seluma Kompol Tigor Lubis mengatakan, pihak Kepolisian Polres Seluma siap mendukung kegiatan pemerintah. Terutama yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Polres Seluma kata dia, bisa menggerakkan Bhabinkamtibmas untuk bersosialisasi dengan masyarakat.

“Bisa juga di Kecamatan nanti kita pasang spanduk. Tinggal nanti bagaimana dinas kesehatan membagi perkecamatan agar lebih mudah mensosialisasikan,” ujarnya.

Imunisasi massal ini direncanakan target selesai selama satu bulan. Sehingga, berbagai pihak dilibatkan untuk ikut mensosialisasikan kepada masyarakat. [Sepriandi]