Meriam Honisuit

Bengkulu Selatan, kabupaten yang terkenal dengan pantai Pasar Bawah ini rupanya juga memiliki wisata sejarah yang favorit di kalangan anak muda dan para pendatang. Beberapa peninggalan bersejarah tersebut antara lain:

1. Meriam Honisuit

Meriam Honisuit merupakan senjata buatan Inggris. Senjata ini dibawa oleh Jepang saat menjajah Kabupaten Bengkulu Selatan. Honisuit sendiri memiliki panjang sekitar 3,4 meter, bobot meriam mencapai 2,2 ton, dengan kaliber 19 sentimeter. Pada tahun 1942 Meriam Honisuit dibawa tentara Jepang ke Kota Manna melalui daerah Pagar Alam di tempatkan di kelurahan Belakang Gedung DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan Untuk Pertahanan Pantai Pasukan Jepang.

2. Meriam Anak Jina

Meriam ini berada di desa Padang Jaau, kecamatan Ulu Manna, sekira 20 Km dari kota Manna. Bentuk meriam ini unik dan tentu memiliki sejarah di masa lalu. Karena itulah meriam ini menarik untuk dilihat dan dijadikan objek penelitian.

3. Batu Golment

Batu Golment terletak di desa Kota Bumi kecamatan Pino, sekira 15 Km dari Kota Manna. Batu ini pada zaman dahulu digunakan sebagai tempat persembahan dan tempat pemujaan.

4. Makam Syech Muhammad Amin

Syech Muhammad Amin merupakan seorang tokoh yang menyebarluaskan ajaran Islam dan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan Islam. Awal kedatangannya, beliau mendirikan pondokan di sekitar Pantai Pasar Bawah. Dan makam ini terletak di halaman masjid Al-Manar, kelurahan Pasar Bawah.

Penting untuk mengetahui sejarah terutama peninggalan yang masih ada. Selain 4 peninggalan bersejarah tersebut, ada juga bahkan cukup banyak Bunker Jepang di Bengkulu Selatan, namun banyak sudah hilang lantaran karena tergerus laut.

Peninggalan sejarah yang masih ada sudah menjadi tugas bersama untuk menjaganya. Sangat tidak diperkenankan mencoret-coret atau mengotori peninggalan bersejarah tersebut.

Nah, jika menyempatkan diri berkunjung ke Bengkulu Selatan, beberapa wisata sejarah tersebut sayang jika dilewatkan begitu saja. [Eva De]