Gejala atau tanda-tanda awal serangan asma adalah cara tubuh untuk memperingatkan bahwa serangan asma akan segera muncul. Untuk mengenali seperti apa gejala awal asma, harus belajar dari serangan asma yang terdahulu, supaya bisa mencegah terjadinya serangan asma di kemudian hari, atau mengupayakan agar serangannya tidak terlalu parah.

Gejala awal serangan asma mungkin saja muncul beberapa hari atau beberapa jam sebelum serangan asma terjadi. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini tanda-tandanya:

– Batuk yang tidak sembuh-sembuh, terutama di malam hari
– Angka peak flow meter yang rendah atau menurun
– Napas tersengal-sengal
– Sangat lemas, terutama saat olahraga
– Batuk atau mengi (suara napas berbunyi seperti peluit lirih) saat olahraga
– Tidak bisa bernapas setelah olahraga
– Mudah lelah
– Susah tidur di malam hari
– Perubahan mood, misalnya jadi lebih banyak diam atau mudah marah
– Muncul gejala-gejala mirip pilek atau alergi seperti hidung meler atau tersumbat, bersin, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala
– Dada terasa sesak seperti ada yang menindih keras
– Dagu gatal
– Muncul kantong mata gelap
– Haus terus
– Mata gatal atau berair
– Sakit perut
– Sakit kepala
– Demam
– Gelisah
– Warna wajah berubah jadi kemerahan atau malah pucat
– Sering berdeham
– Eksim kumat

Gejala asma yang disebutkan di atas adalah yang paling sering dilaporkan pasien. Mungkin masih ada tanda-tanda lain yang belum tercantum. Selain itu, tidak semua orang mengalami gejala yang sama.

Maka, penting bagi untuk memerhatikan dan mendengarkan tubuh dengan saksama. Serangan asma bisa tiba-tiba saja bertambah parah. Jadi kalau sejak awal sudah mengenali tanda-tandanya, bisa langsung melakukan tindakan pencegahan.

Sebaiknya selalu catat kondisi setiap hari. Mulai dari apa yang dirasakan, gejala asma apa yang dialami, serta berapa angka peak flow meter. Angka peak flow meter menggambarkan secepat apa bisa mengembuskan napas. Semakin turun angkanya, asma bisa jadi semakin serius.

Kalau tidak bisa mengenali tanda-tanda awal serangan asma, lebih baik pakai peak flow meter setiap hari dan catat setiap perubahan yang dialami. Dari situ lama-lama bisa melihat seperti apa pola munculnya gejala asma pada tubuh sedini mungkin.

Setelah mengetahui tanda-tandanya, segera atasi setiap gejala asma. Bila curiga asma kumat karena ada pemicu tertentu, coba stop dulu aktivitas tersebut. Misalnya kalau kumat akibat debu, hentikan dulu aktivitas yang membuat terpapar debu (misalnya beres-beres rumah), menjauh dulu dari tempat yang berdebu, atau pakai masker untuk menghalangi debu. Juga bisa pakai obat asma dulu sebelum gejalanya tambah parah. [Eva De]