BENGKULU, PB – Saat ini Tim Penyuluh Hukum Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Bengkulu sedang giat-giatnya melakukan pembinaan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Hari ini, Kanwil Kemenkumham menggelar Temu Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Malabero Kota Bengkulu, Rabu (4/7/2018).

Salah satu bentuk pembinaan terhadap WBP adalah pembinaan kesadaran hukum. Pembinaan kesadaran hukum tersebut diwujudkan dalam bentuk penyuluhan hukum secara rutin di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Rumah Tahanan (Rutan), Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang ada di Kota Bengkulu.

Acara Temu Kadarkum kali ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Rutan Kelas II B Malabero Kota Bengkulu I Wayan Tara Diambara.

Dalam sambutannya, Kepala Rutan menyambut baik kegiatan tersebut dan mengajak warga binaannya untuk selalu menaati peraturan selama dititipkan menjalani masa penahanan dan pembinaan di dalam rutan.

“Kepada para warga binaan, harapannya dapat menaati peraturan dan tata tertib yang ada serta menjaga situasi yang kondusif dan mengikuti semua pembinaan yang dilakukan oleh pihak rutan seperti yang dilakukan oleh tim Penyuluh Hukum Kanwil ini,” kata I Wayan.

Pihaknya juga mengatakan, agar apa yang disampaikan oleh narasumber kiranya dapat dipedomani bukan saja saat WBP berada di dalam Rutan, tetapi lebih lagi setelah mereka nantinya pulang ke tengah-tengah keluarga dan masyarakat.

“Saya yakin jika sudara-saudara memulai dari sekarang dengan menaati hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, insyaAllah kedepannya kita dapat menikmati kehidupan ini dengan aman, tenang dan sukses kembali,” imbuhnya.

Pantauan Pedoman Bengkulu, para pemateri menyampaikan seputar Undang-undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum, Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan narasumber Fajri Alamsah dan Winto Sapa.

Di akhir kegiatan, para petugas melakukan simulasi dan permainan Kadarkum serta memberikan kesempatan kepada WBP untuk melakukan konsultasi hukum kepada petugas tim Penyuluh Hukum yang telah dipersiapkan. Tentu hal ini sangat dimanfaatkan oleh warga binaan, terlihat mereka sangat semangat dan antusias mengikuti kegiatan tersebut. [Deni Dwi Cahya]