Jenazah saat dievakuasi menuju rumah duka, Minggu (8/7)

REJANG LEBONG, PB – Berbagai informasi soal penyebab kematian serta kronologis peristiwa kematian Hariyanto (55), Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Rejang Lebong terus bermunculan.

Kendati demikian, pihak medis RSUD Curup yang sempat menangani jenazah saat tiba di IGD Curup menyatakan jika Korban memang memiliki riwayat kesehatan sebagai penderita penyakit jantung.

“Saat tiba, korban memang sudah tidak bernyawa. Kita memang sempat mengambil tindakan medis umum terhadap korban. Namun, korban memang sudah tidak bernyawa lagi,” ujar Dr Wira didampingi Dr Rini Karmila, penanggung jawab IGD RSUD Curup.

Sementara itu, Yusran, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rejang Lebong yang merupakan salah satu rekan korban saat melakukan olahraga Trail mengatakan jika Korban tidak terjatuh saat itu.

Namun, korban pingsan saat sedang beristirahat di salah satu pondok kebun jalur trail yang dilewati.

“Mungkin sudah terasa, jadi beliau berhenti memacu motornya. Nah saat istirahat itulah korban langsung pingsan dan langsung di evakuasi ke IGD RSUD Curup,” ujar pria yang akrab dipanggil Aan tersebut.

Diakui Aan, korban yang semula bukan pencinta olahraga trail ini, sebelumnya ngotot untuk mengajak rekan rekan trail menjajal arena trail yang ada di Rejang Lebong.

“Dua hari kemaren, motor trail korban memang baru sampai dari kepulauan Jawa. Nah beliau langsung ngotot untuk ngajak kami main trail hari ini. Nggak taunya kejadiannya begini,” terang Aan.

Dilansir sebelumnya, Sungguh Hariyanto (55), Warga Perumahan Indotama Kecamatan Curup. Pria yang belakangan diketahui menjabat sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Rejang Lebong ini menghembuskan nafas terakhir saat sedang memacu motor trail di kawasan Desa Seguring Kecamatan Curup Utara, Minggu (8/7).

Pasca kejadian, oleh sesama pemain trail yang ada, korban langsung di bawa ke RSUD Curup. Namun naas, nyawa korban sudah tidak tertolong lagi. [Ifan Salianto]