Proyek bendungan di Desa Sengkuang Kecamatan Tanjung Agung Palik. Foto diambil Selasa (26/6/2018).

BENGKULU UTARA, PB – Dugaan adanya kelebihan pembayaran yang dilakukan oleh Dinas PUPR Bengkulu Utara ke pihak kontraktor sedang diaudit Inspektorat Kabupaten Bengkulu Utara.

Terlansir sebelumnya, fisik bendungan yang menelan dana APBD Rp4,9 miliar tersebut saat ini tidak sampai 52 persen, sedangkan pihak PUPR sudah membayarkan sebesar Rp2,9 miliar.

Kepala Inspektorat Kabupaten Bengkulu Utara Dullah menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan audit terkait bendungan Desa Sengkuang yang menelan dana sebesar Rp4,9 miliar tersebut.

“Proses audit sedang kita lakukan, namun saat ini pihak kami masih menunggu surat balasan dari BPKP Provinsi Bengkulu karena untuk melakukan audit proyek tersebut kami membutuhkan pendampingan dari BPKP,” ujar Dullah, Senin (2/7/2018).

Ditambahkan Dullah bahwa saat ini pihak Inspektorat belum bisa menyimpulkan permasalahan yang terkait proyek tersebut.

“Kami akan terbuka dalam melakukan audit, kalau hasilnya sudah kita dapatkan, akan kita publikasikan ke semua masyarakat,” ungkap Dullah. [Evi Kusnandar]