Sekda Benteng, Muzakir Hamidi usai menjalani pemeriksaan di Kejasaan Tinggi Bengkulu, Selasa (31/7/2018)

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Terkait kasus dugaan temuan Badan Pemiriksaan Keuangan (BPK) di Pemda Bengkulu Tengah (Benteng) sebesar Rp9 Miliar berbuntut panjang.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu kembali melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi yakni, Muzakir Hamidi selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Benteng dan Budiman selaku mantan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Benteng Budiman Efdy, Selasa (31/7).

“Kalau materi pemeriksaan tanya saja dengan pihak penyidik, yang jelas saya menyampaikan yang saya tau, yang saya rasakan, yang saya alami dan tuntas itu prinsipnya. Walaupun kalau saya tau tidak tuntas, nantikan melebar ke yang tidak ada ujung pangkalnya,” kata Muzakir, Selasa (31/7).

Dijelaskan Muzakir, untuk kerugian yang dialami negara sudah ada yang disetorkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan ada yang belum menyetorkan.

“Kita juga memotivasi untuk wajib mengembalikan uangnya,” pungkasnya.

Sementara, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan mengatakan, sebelumnya Sekda Benteng pernah diperiksa dan kembali diperiksa lantaran tim dari kejati membutuhkan keterangan dari sekda terkait peranan saat anggaran itu dilaksanakan.

“Besok kita akan lakukan pemeriksaan salah satu saksi yang coba data-data pendukung sesuai jabatannya belum ada, jangan sampai memunculkan bahwa menghilangkan barang bukti. Maka bisa jadi ini yang pertama kita umpankan, kita masukkan karena mencoba menghalang halangi penyidikan,” jelas Henri. [Ardiyanto]