Timsus Kejati Bengkulu amankan sejumlah dokumen dari kantor Bupati Bengkulu Tengah, Rabu (4/7/2018).

BENGKULU, PB – Tim Khusus (Timsus) Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu menggeledah Kantor Bupati Bengkulu Tengah (Benteng), Rabu (4/7).

Penggeledahan tersebut terkait temuan kerugian negara dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Bengkulu sebesar Rp9 miliar.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan mengatakan, pihak kejati telah membawa sejumlah dokumen dari ruang Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sebanyak 44 map besar (otner), bagian umum dan ruang sekda sebanyak 88 otner dan 16 map plastik.

Selanjutnya, penggeledahan di bagian perekonomian dan pembangunan, penyidik Kejati mengamankan 16 map besar berisi dokumen dengan total jumlah 164 otner ditambah 16 kantong plastik.

“Jadi ini dokumen-dokumen merupakan mendukung terkait adanya laporan BPK bahwa Kabupaten Bengkulu Tengah tidak bisa mempertanggung jawabkan pengeluaran kurang lebih sebesar 3,2 miliar rupiah tahun 2016,” ujar Henri.

Kedatangan pihak kejati ke kantor Bupati Benteng, lanjut Henri, untuk mencari dokumen dokumen yang berhubungan dengan temuan audit BPK tersebut.

Timsus Kejati geledah sejumlah ruangan di kantor Bupati Benteng

“Kita akan perdalam terlebih dahulu datanya, kalo memang ada data ditemuan BPK singkron berarti tidak ada kesalahan. Apabila ada ketimpangan berarti ada kesalahan dan mungkin kasus ini akan berlanjut,” ungkap Henri.

Pantauan Pedoman Bengkulu, usai penggeledahan pihak Kejati langsung membawa dokumen penting tersebut ke dalam mobil dan membawanya pergi. [Ardiyanto]