Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Terdakwa Kasus Korupsi Proyek Jalan Lapen Enggano 2016 lalu sebesar Rp17,5 miliar atas nama Lie En Jun akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT).

Sebelumnya, Lie En Jun divonis terbukti secara sah dan meyakinkan dengan pidana penjara 12 tahun dan denda 500 juta subsider 6 bulan. Menjatuhkan Pidana tambahan uang pengganti sebesar Rp5,9 miliar dikurangi uang yang sudah dikembalikan sebesar 100 juta. Sisa yang harus dikembalikan yakni sebesar Rp5,835 miliar dan apabila tidak mengembalikan atau tidak cukup harta benda milik terdakwa, Terdakwa dipidana 2 tahun penjara.

Terkait rencana banding tersebut, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu melalui Asisten Pidana Khusus (Aspidsus), Henri Nainggolan menyatakan Kejaksaan juga akan banding.

“Kita akan mengupayakan banding juga, dan sampai saat ini informasi yang kita dapat baru Lie En Jun yang baru menyatakan banding dan apabila semuanya banding kita juga akan banding,” jelas Henri, Senin (30/7).

Seperti diketahui, kasus korupsi Jalan Enggano bermula dari temuan dari Badan Pengelola Keuangan (BPK) 2017 lalu. Dari hasil Audit tersebut negara mengalami kerugian Rp6,9 miliar.

Majelis hakim yang diketuai oleh Joner Manik didampingi Gabriel siallagan dan Rahmat selaku hakim anggota memberikan vonis kepada para terdakwa. berikut vonis 5 terdakwa lainya:

1. Saifudin firman.

Telah terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi. Pidana 6 tahun dan 6 bulan denda 300 juta subsider 3 bulan. Pidana tambahan yakni harus membayar uang pengganti 150 juta rupiah dengan ketentuan apabila tidak dibayar harta benda akan disita oleh Jaksa. Apabila tidak cukup maka dipidana selama 4 bulan.

2. Tami Milani.

Telah terbukti secara sah melakukan tindakan Pidana secara bersama-sama. Pidana penjara 5 tahun denda 200 juta subsider 2 bulan. Pidana tambahan uang pengganti sebesar 336 juta dikurangkan dengan uang yg telah dibalikin ke pihak kejaksaan sebesar 200 juta, maka terdakwa harus mengembalikan lagi sebesar Rp 136 juta. Apabila harta benda terdakwa tidak mencukupi untuk disita maka terdakwa dipenjara selama 2 bulan.

3. Moja Asman.

Terbukti secara sah bersalah
Pidana penjara selama 5 tahun dan denda 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Uang pengganti sebesar 93 juta telah dikembalikan ke pihak kejaksaan sebesar 23 juta, sisa 70 juta harus dikembalikan, apabila tidak dikembalikan dipidana selama 1 bulan.

4.Samsul Bahri.

Terbukti secara sah bersalah
Pidana penjara selama 5 tahun denda Rp200 juta subsider 2 bulan. Pidana tambahan uang pengganti sebesar Rp50 juta rupiah dan sudah mengembalikan uang sebesar Rp40 juta, sisa uang yang harus dikembalikan yakni Rp10 juta, apabila Terdakwa tidak mengembalikan dalam waktu 1 bulan maka dipidana selama 1 bulan.

5. Elvina Rapida.

Terbukti secara sah bersalah
Pidana penjara selama 5 tahun denda Rp200 juta subsider 2 bulan. Pidana tambahan uang pengganti sebesar Rp145 juta dan dikurangi uang yang sudah dikembalikan ke JPU sebesar Rp100 juta.

Sisa uang pengganti sebesar Rp45 juta dengan ketentuan apabila tidak mengganti uang tersebut selama 1 bulan, maka harta benda Terdakwa akan dilelang, apabila tidak mencukupi maka akan dipidana selama 1 bulan lamanya. [Ardiyanto]