Kepala Kejati Bengkulu, Baginda Polin Lumban Gaol

BENGKULU, PB – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, hingga saat ini menjelang satu hari sebelum sidang kasus dugaan korupsi Proyek Jalan Lapen Enggano masih menunggu itikad baik dari terdakwa untuk mengembalikan kerugian uang negara sebesar Rp6,9 miliar hasil temuan audit BPK tahun 2017.

“Sampai saat ini kita masih menunggu itikad baik dari terduga untuk mengembalikan uang kerugian yang dialami negara,” ujar Kepala Kejati Bengkulu Baginda Polin Lumban Gaol, selasa (10/7) di Kantor Kejati Bengkulu.

Proyek Jalan Lapen Enggano 2016 yang lalu menelan total dana proyek sebesar Rp17,5 miliar. Kasus dugaan korupsi proyek tersebut muncul setelah ada temuan dari Badan Pengelola Keuangan (BPK) tahun 2017 lalu. Dari hasil Audit BPK tersebut negara mengalami kerugian Rp6,9 miliar. Hingga kasus ini bergulir, penegak hukum sudah menetapkan enam terdakwa dalam kasus tersebut.

Enam Terdakwa tersebut diantaranya, Lieendjun Dirut PT Gameli Alam Sakti Karisma, Ervina selaku kuasa hukum dirut PT Gameli Alam Sakti Karisma, Tami milani mantan ketua Kelompok Kerja (Pokja), Saipul Bhakri mantan ketua PPTK, Puja Asman mantan pengawas lapangan dan Saifudin Firman mantan kepala dinas PUPR provinsi.

“Dalam memenjarakan orang itu kerugian negara kalo bisa harus masuk, maka kita tekankan untuk itu agar uang negara dikembalikan. Apabila terdakwa tidak mengembalikan kerugian negara maka akan lebih berat hukuman yang dijatuhkan,” jelas Baginda. [Ardiyanto]