Rahmat Ramdhani, meraih gelar doktor dari Universitas Islam Negeri Raden Inten Lampung (UIN).

BENGKULU, PB – Seorang kyai muda dari Pesantren Darussalam Kota Bengkulu, Rahmat Ramdhani, meraih gelar doktor dari Universitas Islam Negeri Raden Inten Lampung (UIN).

Rahmat berhasil mempertahankan disertasinya pada bidang Pengembangan Masyarakat Islam di hadapan para penguji di Kampus PPS UIN Raden Inten, Bandar Lampung, Lampung, Kamis (12/7).

Rahmat adalah salah satu cucu dari KH Abubakar, muassis Pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu yang berdiri sejak tahun 1975. Menyelesaikan pendidikan tingginya di UIN Raden Intan Lampung.

Dosen IAIN Bengkulu itu mengangkat judul disertasi Da’i dan Pengembangan Masyarakat Islam (Study Da’i Migran Dalam Pemberdayaan Matra Agama, Pendidikan dan Ekonomi di Kota Bengkulu).

Promovendus menyampaikan bahwa para da’i migran tersebut mencari celah berbeda dengan da’i yang lain. Menurutnya, hijrah dapat sebagai teori dakwah.

“Ketika mereka (Da’i Migran) ke Jawa dia akan kurang berkembang karena banyak ulama disana. Tetapi ketika di Bengkulu, mereka bisa lebih berkembang,” terangnya.

Rahmat menjelaskan, dari penelitiannya tersebut dakwah hijrah di Bengkulu cukup efektif. Para da’i dapat diterima masyarakat Bengkulu yang plural dan karena kedekatan latarbelakang para da’i seperti suku atau asal daerah di masyarakat tersebut.

Istilah Da’i Migran menurutnya merupakan orang yang memiliki ilmu agama yang mampu berdakwah dan berhijrah (dalam penelitian ini ke Bengkulu) dengan berbagai alasan seperti bekerja, transmigrasi,  atau khusus untuk berdakwah.

Aspek lain dalam penelitian tersebut yakni pengembangan masyarakat Islam dalam tiga dimensi yakni agama, pendidikan dan ekonomi.

“Tidak akan terbentuk masyarakat Islami jika masyarakatnya masih miskin, bodoh, dan tidak paham agama,” jelasnya saat presentasi hasil penelitian.

“Da’i harus mampu mengadvokasi masyarakat, pendampingan terhadap masyarakat yang tertindas, dan harus mencerahkan melalui pendidikan dan ilmu agama,” sambungnya.

Tim penguji ujian promosi doktor tersebut diketuai Prof Dr H Moh Mukri MAg. Adapun penguji 1-5 secara berurutan  yaitu Prof Dr H MA Achlami MA, Prof Dr H Moh Nasor MSi, Prof Dr H Rohimin MAg, Dr Hasan Mukmin MA, dan Prof Dr Idham Kholid MPd. Sedangkan Sekretaris ujian terbuka yakni Dr Fitri Yanti MSi.

Promovendus dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan gelar Doktor bidang Pengembangan Masyarakat Islam. Prof Nasor selaku promotor menyampaikan, gelar doktor yang diraih harus dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan di masyarakat.

“Dimohon tetap menjaga nama baik institusi dan Lembaga. Ilmu yang ditimba selama ini tolong di kembangkan dan diamalkan dengan sebaik-baiknya,” pesan promotor kepada promovendus usai pembacaan SK kelulusan.

Ketua tim penguji  yang juga Rektor UIN Raden Intan Lampung menyampaikan hal senada.

“Saya atas nama pribadi, tim penguji dan juga pimpinan UIN  memberi apresiasi dan penghargaan kepada Doktor Rahmat Ramdhani. Tentu doa kami selalu menyertakan. Semoga ilmu  yang selama ini didapat bisa bermanfaat dan memberikan sumbangsih bagi pendidikan, masyarakat, bangsa dan agama,” tutup Prof Mukri. [Rilis]