Kepala Disperindag Kota Bengkulu Dewi Dharma

BENGKULU, PB – Polemik penataan pasar tradisonal Panorama Kota Bengkulu hingga saat ini tak kunjung usai. Instansi terkait berharap adanya ketegasan dari seluruh pihak untuk memberikan aturan bagi para pedagang yang selalu berjualan di luar area pasar.

Dewi Dharma selaku Kepala Disperindag Kota Bengkulu mengatakan bahwa untuk mengatasai persoalan penataan Pasar Panorama dibutuhkan sinergi seluruh instansi terkait sesuai ranahnya masing-masing.

“Dinas perdagangan mengatur pedagang yang ada di dalam pasar, pedagang di luar sudah ada aturan sendiri, pelanggaran Perda yang menertibkan adalah Satpol PP, parkiran ranahnya Perhubungan, ada juga beberapa pihak yang terlibat di dalamnya, jadi tidak bisa bertindak sendiri,” ujar Dewi, Kamis (12/7/2018).

Sementara itu Kepala Satuan Pamong Praja Kota Bengkulu, Mitrul Ajemi saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Perhubungan bersikap tegas terhadap masalah ini.

“Lapak difungsikan, juru parkir ditegaskan. Ini malah lahan parkir dipakai pedagang, kios-kios di dalam kosong. Tapi, dipasar itu ada Dinas perindag dan Dinas Perhubungan juga yang berwenang,” kata Mitrul.

Permasalahan ini bisa saja diselesaikan dengan berbagai cara, namun menurut Mitrul tetap saja perlu ada ketegasan dari seluruh instansi terkait.

“Bisa saja kalau ditutup satu jalur, tapi harus ditutup beneran, sama-sama diperlukan ketegasan, yang berjualan di dalam itu pindah ke luar karena alasan tidak laku, tapi kalau unsur pemerintahnya tegas mau apa dia,” tutup Mitrul. [Mey Borjun]