PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Sungguh naas dialami oleh Susi (37), warga Perumahan Desa Teladan Kecamatan Curup Selatan, Selasa (31/7). Pasalnya, mobil jenis Avanza B 1137 UZK yang dikendarai oleh korban ringsek lantaran ditabrak oleh Kereta api saat melintas di jalan umum Kelurahan Kota Padang Kecamatan Kota Padang saat korban dalam perjalanan menuju SMAN I Kota Padang (KP) tempat korban mengabdikan dirinya sebagai Kepala Sekolah.

Kendati tidak ada korban jiwa, namun akibat kejadian ini Korban memgalami kerugian hingga Rp20 juta.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Ordiva melalui Kasat Lantas, AKP Henry Hutasoit mengatakan, akibat kecelakaan ini, korban mengalami luka ringan, yaitu memar dibagian kaki.

“Untuk kendaraan korban juga sudah dipindahkan dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan sekarang sudah diamankan di rumah orang tua korban di Kecamatan Kota Padang,” ujar Kasat.

Dijelaskan Kasat, kronologis peristiwa bermula saat korban memacu mobilnya dari arah Polsek Kota Padang menuju arah SMAN I Kota Padang usai mengantar suaminya. Mulanya, korban tidak menyangka jika musibah tersebut bakal menimpa dirinya. Sebab, saat melintasi TKP yang juga merupakan pelintasan rel kereta api, korban tak melihat tanda-tanda peringatan berupa palang jalan yang tertutup sebagai tanda kereta api akan melintas.

Merasa situasi sepi, korban tetap memacu kendaraan menuju tempat tugasnya. Selang beberapa menit, korban kaget saat melihat ada kereta api yg melintas di rel kereta api yg berada di badan jalan. Sontak Korban membanting stir ke arah kanan berusaha menghindar. Namun apa daya, laju kereta begitu cepat dan akhirnya menabrak bagian belakang mobil hinga mobil terdorong dan menabrak besi plang yang berada di lokasi.

“Warga yang ada di lokasi langsung berhamburan mendekat dan berusaha memberikan pertolongan. Untungnya korban hanya mengalami luka ringan di bagian kaki saja,” ujar Kasat.

Ditambahkan Kasat, kecelakaan terjadi diduga lantaran di pintu pelintasan antara badan jalan dan rel pelintasan kereta api tidak ada penjaga. Sehingga, palang penutup jalan sebagai tanda utama kereta akan melintas tidak tertutup.

“Saat kejadian lokasi terbilang sepi, palang penutup tidak tertutup dan tidak ada petugas yang berjaga,” tegas Kasat. [Ifan Salianto]