Yusuf Sugiyatno

Yusuf Sugiyatno dilahirkan pada tanggal 31 Januari 1991 di Kecamatan Putri Hijau, Desa Karang Pulau, Kabupaten Bengkulu Utara. Yusuf kecil tumbuh besar di Desa Karang Pulau di tengah keluarga yang menanamkan nilai-nilai kegamaan, nasionalisme dan kepedulian.

Menempuh pendidikan dari TK hingga SMK di Bengkulu Utara, Yusuf kemudian melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Universitas Bengkulu.

Berhasrat untuk mempopulerkan program dan nilai-nilai kerakyatan, Yusuf Sugiyatno bertekad untuk memperjuangkan aspirasi rakyat melalui kursi legislatif dengan mendaftar sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Bengkulu Utara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

Aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi ini aktif dalam berbagai kegiatan diskusi dan organisasi sejak duduk di bangku SMK dan kemudian lebih banyak mengenal kehidupan organisasi pada saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi .

Ketika kuliah, mantan Ketua Osis SMK Negeri 1 Putri Hijau Tahun 2009 ini percaya bahwa jalanan adalah salah satu alat perjuangan untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

“Banyak orang menyangka bahwa saya telah berubah dan melupakan idealisme. Saya berpolitik dengan visi dan berpijak pada realita yang ada. Tapi saya percaya, bahwa dalam kehidupan politik kita, keberanian, kesederhanaan dan solidaritas akan membuat banyak hal yang baik menjadi mungkin,” kata Yusuf ketika diwawancara, Minggu (15/7/2018).

Penggemar mie ayam pangsit ini sejak di bangku kuliah terus berupaya agar keberanian dalam diri untuk memperjuangkan hal-hal yang dia yakini kebenarannya terus terlaksana.

“Bagi saya, berpolitik adalah memperjuangkan dan membuat keputusan bagi perbaikan kondisi hidup rakyat,” ujar Yusuf.

Karena menilai menjadi wakil rakyat di parlemen itu adalah ajang pengabdian, Yusuf mengajak seluruh calon anggota legislatif lainnya untuk bersama-sama mendonasikan penghasilan sebagai anggota dewan untuk tumbuhnya organisasi rakyat.

“Saya tetap menerapkan prinsip kesederhanaan dalam hidup. Biarkan seluruh pendapatan dewan menjadi milik konstituen pemilih. Bukan soal besar saya tidak punya rumah bagi tubuh saya, tapi bagaimana menjadikan tubuh saya sebagai rumah bagi ide-ide besar,” ungkapnya.

Alumni Sekolah Kader Bangsa BEM KBM UNIB tahun 2010 ini percaya bahwa solidaritas dan rasa kemanusiaan masih ada di negeri ini.

“Hari ini kita memiliki tugas untuk segera meloloskan diri dari the republic of forgetting, republik yang melupakan banyak hal, termasuk sejarah dirinya dan dunia, menuju the republic of promised motherland, republik dari ibu pertiwi yang kedatangannya telah dijanjikan oleh proklamasi dan deklarasi kemerdekaan yang terbangun di atas kebangkitan elemen-elemen peradaban di tanah air,” imbuh Yusuf.

Merasa prihatin dengan keadaan hidup petani, Yusuf mengajak caleg-caleg lain yang ikut dalam Pemilu 2019 untuk bersama-sama meluruskan niat semata-mata hanya untuk mencapai Bengkulu Utara yang adil dan makmur.

“Saya ingin meninggalkan hasil kerja yang akan dinikmati dan dikenang orang manfaatnya,” demikian Yusuf.

Mey Borjun, Kontributor Pedoman Bengkulu

Biodata Ringkas:

Nama: Yusuf Sugiyatno
Tempat, tanggal lahir: Karang Pulau, 1 Januari 1991
Alamat: Desa Karang Pulau Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara
Pendidikan:
* SD Negeri 10 Karang Pulau
* SMP Negeri 1 Putri Hijau
* SMK Negeri 1 Putri Hijau
* Prodi Agribisnis Universitas Bengkulu
Hobi: Membaca dan Travelling
Makanan Kesukaan: Mie Pangsit
Minuman Kesukaan:: Es Teh Manis
Pengalaman Organisasi:
1. Ketua Osis Smk N. 1 Putri Hijau Tahun 2009
2. Aliansi Pemuda Dan Mahasiswa Bengkulu Utara (APM)
3. Sekolah Kader Bangsa BEM KBM UNIB 2010
4. BEM Faperta UNIB
5. Himpunan Mahasiswa Bengkulu Utara 2011
6. Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND Bengkulu)
7. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bengkulu
8. Komita Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bengkulu