SELUMA, PB – Dinas Sosial Kabupaten Seluma mencatat, jumlah warga kabupaten Seluma yang mengalami gangguan jiwa menurun. Terhitung hingga bulan juli ini, tercatat sebanyak 7 orang warga seluma yang mengalami gangguan kejiwaan.

Ini berdasarkan laporan keluarga dan warga Seluma ke dinas Sosial kabupaten Seluma. Namun, dari pendataan PMKS tahun 2015 lalu tercatat sebanyak 361 orang. Ironisnya yang bisa didampingi dan bersedia untuk dibawa ke RSJKO Soeprapto Bengkulu hanya 9 orang.

“ini data yang tercatat dan sudah di tindak lanjuti dengan pendampingan pengobatan ke RSJKO Soeprapto Bengkulu setelah dilaporkan oleh warga dan keluarga, ” kata Plt kepala Dinas Sososial kabupaten Seluma, Titik Sumila melalui Kasi Rehabilitasi Sosial Sri Yenni kepada wartawan belum lama ini.

Menurutnya, Data penderita gangguan jiwa ini mengalami penurunan secara drastis dari tahun ketahun. Seperti di tahun 2016 sebanyak 16 orang, tahun 2017 sebanyak 13 orang dan tahun 2018 hingga detik ini sudah tercatat sebanyak 7 orang.

Penanganan yang dilakukan dinas adalah melakukan pendampingan terhadap warga yang mengalami gangguan kejiwaan ini dengan membawa mereka ke RSJKO Soeprapto Bengkulu untuk menjalani pengobatan.

“Sebagian besar pengobatan yang dilakukan di RSJKO mengalami perkembangan yang bagus terbukti ada yang bisa sembuh, ” jelasnya.

Kata dia, disayangkan setelah mengalami kesembuhan dan di perbolehkan pulang. Penderita tidak mendapatkan perhatian khusus dari pihak keluarga dan di lepaskan saja seperti biasa. Sehingga penderita tersebut juga tidak bisa mengontrol minum obat. Akibatnya, perhatian kurang dan obat rutin jarang di konsumsi maka akan kembali mengalami gangguan jiwa.

“perhatian keluarga terhadap gangguan jiwa yang sudah pulang juga harus menjadi perhatian keluarga untuk memperhatikan pola hidup dan wajib mengkonsumsi obat rutin,”sampainya.

Sementara itu, kepada seluruh pihak dan keluarga untuk tidak sesekali melakukan pemasungan terhadap penderita yang mengalami gangguan jiwa tersebut. Melainkan bisa melaporkan ke dinas sosial untuk dilakukan penindakan. Bukan melakukan pemasungan terhadap penderita gangguan jiwa tersebut.

“Gangguan jiwa tidak boleh dipasung dan harus dilaporkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan tindakan pengobatan untuk di bawa ke RSJKO,” tegasnya.

Dinsos meminta kepada seluruh kades dan masyarakat seluma yang mendapati keluarga atau warga desa yang mengalami gangguan jiwa untuk segera melaporkan. Agar bsia dibawa untuk dilakukan pengobatan ke RSJKO Bengkulu agar bisa sembuh kembali. [Sepriandi]