Kulit sensitif bukanlah penyakit yang dapat didiagnosis oleh dokter. Umumnya seseorang baru mulai mengetahui memiliki kulit sensitif ketika memiliki reaksi buruk terhadap produk kosmetik.

Efek yang ditimbulkan karena memiliki kulit sensitif jarang menjadi kondisi yang serius dan biasanya dapat sembuh dengan sendirinya ketika pemakaian dihentikan.

Dilansir dari VivaHealth, penyebab reaksi kulit sensitif adalah:

– Penyakit kulit atau reaksi alergi pada kulit seperti eksim, ruam merah
– Kulit yang terlalu kering atau terluka
– Kulit menerima paparan berlebihan dari lingkungan seperti matahari, angin, panas atau dingin
– Faktor genetik, usia, jenis kelamin, dan perbedaan ras memiliki tingkat sensitifitas kulit yang berbeda

Kulit dapat menjadi kering ketika terlalu banyak kehilangan air dan minyak. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kulit menjadi:

– Gatal
– Kulit mengelupas
– Terasa kasar saat disentuh
– Kulit menjadi pecah dan berdarah
– Berwarna merah

Kulit kering dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, namun sangat umum terjadi di kaki, tangan, lengan dan kaki bagian bawah.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?
Memiliki kulit sensitif sering kali membuat seseorang merasa kulitnya mudah untuk mengalami iritasi. Mengubah kebiasaan bisa membantu kondisi kulit menjadi lebih baik. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:

– Mandi dengan menggunakan air hangat (jangan air panas)
– Hindari menggunakan produk terlalu keras untuk mengangkat sel kulit mati
– Menggunakan sabun yang lembut dan bebas pewangi
– Menggunakan deterjen cuci yang lembut dan bebas pewangi
– Selalu menggunakan krim atau gel cukur
– Gunakan handuk dengan cara menepuk-nepuk ke badan untuk mengeringkan (hindari menggosok badan dengan handuk)
– Menguji produk baru pada area kulit yang kecil seperti d punggung tangan untuk mengetahui reaksi alergi atau sensitifitas

Seseorang yang memiliki kulit kering, berikut beberapa cara untuk perawatanya agar tetap memiliki kelembapan.

– Pemilihan produk yang digunakan untuk membersihkan kulit
– Gunakan pembersih yang lembut dan sabun yang tidak menghilangkan sehat pada kulit. Pilihlah sabun atau produk pembersih yang khusus untuk kulit sensitif dan lebih baik yang berbentuk cair karena dapat menurunkan resiko terjadinya iritasi.
– Menggunakan pelembab
– Produk pelembab kulit dapat membantu kulit agar tetap lembab, gunakan setiap hari setelah mandi dan saat berada diruangan ber-AC.

Dan bagaimana jenis kosmetik yang sesuai dengan kulit sensitif? Jika memiliki kulit sensitif, American Academy of Dermatology merekomendasikan produk seperti:

– Menggunakan bedak wajah yang memiliki sedikit pengawet dan mengurangi resiko iritasi kulit
– Menggunakan foundation berbasis silicon untuk mengurangi iritasi
– Hindari menggunakan kosmetik yang tahan air sehingga membutuhkan pembersih khusus untuk menghapusnya
– Menggunakan eyeliner hitam dan mascara yang memiliki reaksi alergi rendah
– Membuang kosmetik yang sudah lewat tanggal kadaluarsa karena dapat merusak kulit
– Menggunakan tabir surya dengan kekuatan SPF 30 atau lebih tinggi. Pilihlah yang hanya menggunakan bahan aktif zinc oxide atau titanium dioxide.

Bagaimana cara pengujian reaksi sensitifitas kulit terhadap produk perawatan kulit yang baru? Sebelum menggunakan produk perawatan kulit yang baru, maka perlu dilakukan beberapa langkah:

– Selama beberapa hari, gunakan sedikit produk di belakang telinga dan biarkan semalam
– Jika kulit tidak mengalami reaksi iritasi, maka lakukan langkah yang sama pada area disebelah mata
– Jika kulit tetap tidak mengalami iritasi, maka produk seharusnya aman digunakan pada wajah.

Kulit sensitif memang memerlukan perhatian lebih terhadap penyebabnya agar menghindari hal tersebut. Selain hal-hal diatas, kebersihan lingkungan juga menjadi poin penting untuk diperhatikan. [Eva De]