Kapolres Seluma berdiskusi dengan perwakilan masyarakat

SELUMA, PB – Untuk mengantisipasi konflik di tengah masyarakat, Polres Seluma dalam waktu dekat ini akan memfasilitasi pertemuan antara pihak perusahaan PT Paminglepto dengan masyarakat serta pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik terkait polemik izin tambang pasir besi di Desa Pasar Seluma Kecamatan Seluma Selatan.

Rencananya pemanggilan tersebut akan dilakukan setelah upacara peringatan hari Bhayangkara ke-72 di Mapolres Seluma pada 10 Juli mendatang.

“Ini untuk mengantisipasi situasi tidak kondusif diwilayah Kamtibmas Polres Seluma. Kita menginginkan setelah ada pertemuan nanti, ditemukan jalan agar konflik tidak terjadi,” kata Kapolres Seluma, AKBP Jeki Rahmat Mustika, usai menerima kunjungan Kepala Desa Pasar Seluma, Kamis (05/07/2018).

Menurut Kapolres, dalam pemanggilan ini Polres Seluma hanya sebagai fasilitator bukan pengambil keputusan. Sehingga, pertemuan yang dilakukan agar polemik tambang pasir besi ini tidak berlarut yang akhirnya memicu konflik sosial ataupun tindakan melawan hukum.

“Kita melihatnya ini ada kendala Komunikasi. Belum adanya komunikasi yang baik antara pihak perusahaan dengan masyarakat. Oleh karena itu, kita akan memfasilitasi pertemuannya,” jelasnya.

Kapolres juga meminta agar masyarakat desa Pasar Seluma tidak terpancing emosi ataupun dimanfaatkan oleh segelintir oknum yang memanfaatkan suasana untuk suatu kepentingan. Karena dari informasi yang didapat di lapangan, terkait pendirian tambang pasir besi ini terjadi pro dan kontra di tengah masyarakat desa Pasar Seluma.

“Kita selalu monitor aktivitas dan pergerakan baik dari masyarakat maupun pihak perusahaan yang saat ini mulai melakukan persiapan di lokasi penambangan. Kami meminta kedua belah pihak tetap menjaga diri dengan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum,” tegasnya.

Kata dia, sesuai dengan fungsinya Polres Seluma akan menindak setiap perbuatan yang melawan hukum dan mengganggu Kamtibmas.

“Jika nanti kita temukan ada tindakan melawan hukum baik dari masyarakat maupun pihak perusahaan semua akan kita tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,”ujarnya.

Sementara itu Kades Pasar Seluma Hertoni, mengatakan dirinya tidak ada niat menentang ataupun melarang pihak perusahaan tambang Pasir Besi tersebut. Namun menurutnya, harus jelas baik izin maupun legalitasnya. Selain itu, sebagai pemilik wilayah harus ada kontribusi dari pihak perusahaan kepada masyarakat desa Pasar Seluma.

“Saya sangat menyambut baik langkah yang diambil oleh Kapolres Seluma untuk memfasilitasi pertemuan Kami nanti, karena saya akui selama ini belum ada dari pihak perusahaan melakukan hal ini. Harapan kami dengan adanya mediasi atau pertemuan ini nanti akan ada suatu kesepakatan dan kejelasan yang nantinya akan saya sampaikan kepada masyarakat desa Pasar Seluma,” sampai Hertoni.

Kedatangan pihak pemerintah desa ke Polres kata dia, untuk menyampaikan perihal hasil rapat bersama di Pemda Seluma beberapa waktu lalu. Karena, pemerintah Kabupaten Seluma menyampaikan, perusahaan belum memiliki izin.

“Keputusan rapat, pihak pemda meminta pihak Polres menghentikan seluruh aktifitas sebelum mereka memiliki legalitas. Dengan adanya isu belum adanya legalitas perusahaan tersebut, tensi masyarakat menuncak dan kami khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan,” jelas Hertoni.

Dia berharap, pihak Polres Seluma mengambil langkah cepat untuk menghindari terjadinya konflik di masyarakat. [Sepriandi]