Tambak Udang di Kabupaten Kaur

KAUR, PB – Banyaknya Investor Tambak Udang di Kabupaten Kaur menimbulkan masalah cukup pelik dan merugikan daerah ini bahkan hingga puluhan miliar.

Sebab Kaur tidak mendapatkan apa-apa dari keberadaan tambak udang. Yang ada hanya rusaknya lingkungan, Taman Wisata Alam(TWA), sepadan pantai serta kedepanya akan timbul bibit penyakit akibatkan Instalasi Pembuangan Limbah (IPAL) tambak udang yang tidak memenuhi standar baku mutu.

Saat ini ada sekitar 29 tambak yang akan dan sudah beroperasi di pesisir Kaur. Baik usaha perorangan, CV maupun PT.

Bahkan ada perusahaan raksasa yaitu PT Dua Putra Perkasa yang omsetnya ratusan miliar dalam satu kali panen dan saat mulai beroperasi 2015 lalu langsung balik modal.

Terkait hal ini, Intelijen Investigasi Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Anggaran Republik Indonesia (BPI KPN PA RI) Provinsi Bengkulu, Fauzan, Mengatakan masyarakat Kabupaten Kaur dirugikan akibat lalainya Pemkab dalam menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari keberadaan investor tersebut.

“Memang proses awal persoalan tambak udang sudah salah besar, Investor dan Pemkab Kaur sudah melanggar aturan gimana hasilnya nggak rusak kalau seperti ini,” ujarnya, Jumat (13/7/2018)

Intelijen Investigasi Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Anggaran Republik Indonesia (BPI KPN PA RI) Provinsi Bengkulu, Fauzan

Menurut Fauzan, Pemkab Kaur dan Pemilik Tambak melanggar Perda Kabupaten Kaur Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Rencana Ruang Wilayah Kabupaten Kaur 2012-2032.

Juga melanggar, UU Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Kawasan Pesisir dan Pulau-pulau kecil. Serta melanggar Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor 108 Tahun 2015 Tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.

“Kami selalu mengawasi jalanya pemerintahan dan anggaran, Sangat di sayangkan bila persoalan ini berlarut-larut. Yang rugi bukan pemilik tambak tapi kita Kabupaten Kaur sebab sejauh ini belum ada dasar yang jelas untuk mengambil retribusi dari pengusah tambak udang,” tandas Fauzan. [Fery]